PMDN Hampir Rp2.000 Triliun, Kadin Soroti Kepercayaan Usaha
Kadin menyebut PMDN yang nyaris Rp2.000 triliun dalam dua tahun pemerintahan Prabowo mencerminkan kepercayaan pengusaha. Dunia usaha juga membidik kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang hampir mencapai Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu penanda menguatnya kepercayaan pengusaha terhadap perekonomian Indonesia. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyebut investasi domestik itu turut mencerminkan besarnya peran pelaku usaha nasional, termasuk kalangan menengah.
Anindya menyampaikan hal tersebut saat melaporkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 kepada Prabowo di Hambalang, Bogor. Pertemuan itu dihadiri sekitar 250 anggota Kadin dan peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI), menurut laporan ANTARA yang dikutip Limapagi. Keterangan Sekretariat Presiden mengenai acara tersebut juga diberitakan detikNews pada 31 Oktober 2026.
Bagi Kadin, nilai PMDN bukan sekadar angka investasi. Keterlibatan pengusaha kelas menengah, menurut Anindya, dapat memperluas basis kegiatan ekonomi dan membantu menjaga daya tahan nasional ketika perekonomian global menghadapi ketidakpastian.
Pengusaha menengah ikut menopang investasi
Anindya menilai investasi yang berasal dari dalam negeri memperlihatkan bahwa peran dunia usaha tersebar di luar perusahaan besar. Keterlibatan pelaku usaha menengah, kata dia, ikut memberi kekuatan pada perekonomian. Ia menyebut pertumbuhan usaha daerah dan anggota berbagai asosiasi sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi tersebut.
Dalam laporannya kepada Presiden, Anindya juga menggambarkan ruang kontribusi swasta dalam perekonomian sebagai sesuatu yang besar. Ia berharap pengusaha daerah dapat berkembang dan naik kelas, lalu memiliki kesempatan menjadi pemain yang lebih kuat. Namun, angka PMDN yang disebut Kadin tidak disertai rincian mengenai sektor penyumbang terbesar ataupun sebaran investasinya dalam pemberitaan yang tersedia.
Pesan yang dibawa Kadin, dengan demikian, bukan hanya soal besarnya modal yang masuk ke kegiatan usaha. Organisasi itu menempatkan pertumbuhan pelaku usaha nasional sebagai bagian dari penguatan ekonomi, terutama karena pengusaha menengah ikut terlibat dalam investasi domestik.
Kadin bidik kendaraan listrik dan pusat data
Dalam forum di Hambalang itu, Kadin menyampaikan komitmen dunia usaha untuk ikut mengembangkan industri yang dinilai berpotensi tumbuh pada masa mendatang. Tiga sektor yang disebut Anindya ialah kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.
Ketiganya dipandang berpeluang menggunakan komponen lokal dalam jumlah besar. Bagi Kadin, pengembangan sektor tersebut bisa membuka ruang bagi industri nasional untuk masuk ke rantai produksi. Anindya tidak mengumumkan proyek tertentu atau nilai investasi baru. Yang disampaikan adalah arah dukungan pengusaha terhadap industri masa depan dan peluang memperbesar pemanfaatan produk dalam negeri.
Rapimnas Kadin 2026 mengusung tema ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia. Tema itu, menurut paparan Anindya, berkaitan dengan harapan agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh bersama sekaligus memperluas daya saingnya. Pengembangan industri baru disebut sebagai salah satu jalur untuk mempertemukan kepentingan tersebut.
Anindya juga menilai ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga dalam menghadapi gejolak global. Ia menyebut Indonesia sebagai titik terang perekonomian dunia, seraya mengacu pada penilaian IMF yang, menurutnya, telah disampaikan pada tahun sebelumnya. Dalam pidatonya, ia mengatakan, “Indonesia continues to be the bright spot.”
Pertemuan turut menyinggung UMKM dan SDM
Agenda penguatan dunia usaha juga bersinggungan dengan kemitraan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Dalam laporan terpisah pada 31 Oktober 2026, Kompas.id menyebut tiga menteri berjanji memperkuat kemitraan serta insentif untuk UMKM. Laporan itu turut mengangkat perlindungan pasar domestik sebagai salah satu isu yang berkaitan dengan ruang tumbuh industri dan usaha kecil nasional.
Pertemuan di Hambalang juga mempertemukan pengusaha dengan peserta P3MDI. Anggota Kadin James Riyadi menilai pembangunan manusia, termasuk pembentukan karakter dan kemampuan kepemimpinan, menjadi perhatian Presiden. Ia mengapresiasi program tersebut sebagai upaya menyiapkan calon pemimpin melalui seleksi dan pembinaan.
Menurut James, peserta program yang disebutnya berjumlah lebih dari 300 anak muda telah menempuh pendidikan sarjana dan memiliki pengalaman kerja satu hingga dua tahun. Mereka dijadwalkan menjalani pelatihan intensif selama sembilan bulan. P3MDI menjadi bagian dari agenda acara yang dihadiri Kadin, sementara hasil Rapimnas 2026 disampaikan langsung kepada Prabowo di Hambalang.