Pabrik Baterai EV CATIB Segera Diresmikan Prabowo
Pabrik CATIB di Karawang telah berproduksi sejak Juli 2026 dan akan diresmikan Prabowo dalam waktu dekat. Fasilitas ini menambah jumlah pabrik baterai EV di Indonesia menjadi tiga.
Pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, sudah berproduksi sejak Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan fasilitas tersebut dalam waktu dekat, setelah persiapannya dilaporkan kepada pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan hal itu seusai rapat terbatas di Istana Negara pada Kamis, 29 Oktober 2026. “Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil, seperti diberitakan CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.
Dengan beroperasinya CATIB, Indonesia memiliki tiga pabrik baterai kendaraan listrik. Fasilitas ini dikelola perusahaan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak usaha produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
Produksi dimulai sebelum peresmian
Peresmian yang akan dilakukan Prabowo bukan menandai awal produksi. Pabrik CATIB telah beroperasi selama beberapa bulan ketika rencana seremoni itu disampaikan. Peletakan batu pertamanya dilakukan Prabowo pada 29 Juni 2025, sementara kegiatan produksi dimulai pada Juli 2026.
Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif sebelumnya menjelaskan bahwa produk dari Karawang akan digunakan untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). Keterangan itu disampaikan dalam sosialisasi MediaMind 2026 di Jakarta pada 14 September.
Tahap pertama fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 6,9 gigawatt-jam (GWh). Pengembangannya direncanakan mencapai setidaknya 15 GWh, kapasitas yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 250.000 kendaraan listrik. Nilai investasi pengembangan sampai kapasitas tersebut diperkirakan US$1,2 miliar.
Di dalam kawasan pabrik, lini pembentukan sel baterai membentang sekitar satu kilometer. Sel yang diproduksi kemudian dikemas di fasilitas yang berada di sebelahnya. Rangkaian ini menjadi bagian dari proses manufaktur baterai di Karawang, dari pengolahan bahan baku menjadi sel hingga pengemasan.
Tiga fasilitas baterai di Indonesia
Pabrik CATIB menambah dua fasilitas yang telah beroperasi lebih dulu. Salah satunya adalah PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, yang mulai beroperasi dan diresmikan pada Juli 2024. Fasilitas lainnya, PT REPT Battero Indonesia, berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. CNBC Indonesia melaporkan fasilitas REPT diresmikan secara komersial pada Oktober 2026.
Ketiga pabrik itu dikembangkan oleh perusahaan dan investor berbeda. CATIB merupakan kerja sama IBC dengan CBL yang terafiliasi dengan CATL. HLI Green Power melibatkan Hyundai dan LG, sedangkan REPT Battero merupakan fasilitas milik investor China di IWIP.
Bahlil menyebut pengoperasian pabrik baru ini melengkapi rantai industri baterai, dari penambangan dan pengolahan mineral hingga produksi prekursor, katoda, dan sel baterai. Pemerintah mendorong pengolahan lebih lanjut di dalam negeri, bukan hanya mengandalkan kegiatan penambangan bahan baku.
Di luar pabrik sel Karawang, IBC bersama CATL juga mengembangkan proyek material baterai di Halmahera dengan nilai investasi US$600 juta, menurut CNN Indonesia. Proyek tersebut berbeda dari fasilitas REPT di IWIP. Warta Ekonomi melaporkan proyek ekosistem CATL, Antam, dan IBC di Halmahera Timur mencakup kegiatan tambang, pengolahan mineral, material baterai, serta daur ulang.
Pelatihan pekerja dan rencana energi surya
Untuk mendukung operasional CATIB, IBC mengirim 600 pegawai mengikuti pelatihan di China. Program itu disiapkan untuk meningkatkan kemampuan pekerja dalam menjalankan proses produksi baterai, meski rincian jenis pelatihan tidak diuraikan dalam laporan perusahaan yang dikutip media.
IBC juga merencanakan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 18 megawatt peak (MWp) pada 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi kebutuhan energi fasilitas dengan sumber listrik surya.
Jadwal resmi peresmian CATIB belum diumumkan dalam keterangan Bahlil pada 29 Oktober. Namun, pabrik telah memproduksi baterai dan tahap awalnya sudah berjalan dengan kapasitas 6,9 GWh, sementara perluasan menuju 15 GWh masih menjadi rencana pengembangan.