Inter Milan Terpuruk, Chivu Akui Situasi Mengkhawatirkan

Inter Milan menelan dua kekalahan beruntun di Liga Champions dan belum meraih poin. Cristian Chivu mengakui situasinya mengkhawatirkan, tetapi meminta tim tetap percaya diri.

inter-milan-terpuruk-chivu-akui-situasi-mengkhawatirkan

Inter Milan mengawali Liga Champions musim ini dengan dua kekalahan beruntun. Setelah tumbang dari Real Madrid pada laga pertama, Nerazzurri kembali gagal meraih poin saat menjamu Club Brugge di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Pelatih Cristian Chivu mengakui kondisi timnya mengkhawatirkan.

Inter kalah 3-4 dalam pertandingan yang berlangsung di kandang sendiri itu. Sebelumnya, Lautaro Martinez dan rekan-rekan menyerah 1-2 saat bertandang ke markas Real Madrid. Dua hasil tersebut membuat Inter belum mengumpulkan poin dan menempati peringkat ke-28 klasemen Liga Champions.

Chivu tidak berusaha menutupi kecemasannya setelah kekalahan dari Club Brugge. Ia menilai ada sejumlah aspek yang mesti dievaluasi, terutama setelah timnya gagal menjaga hasil positif dalam dua pertandingan awal.

“Saya tidak bisa bilang ini tidak mengkhawatirkan, jelas ada hal yang harus kami evaluasi lagi,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

Posisi Inter membuat upaya mengejar ketertinggalan menjadi pekerjaan mendesak. Meski kompetisi masih menyisakan enam pertandingan, Chivu menyadari kualitas lawan di Liga Champions membuat timnya tidak bisa menganggap proses bangkit akan berlangsung mudah.

Chivu soroti keseimbangan dan duel di lapangan

Dalam evaluasinya, Chivu menekankan perlunya Inter memperbaiki keseimbangan permainan. Ia juga menyebut duel-duel perebutan bola, bola kedua, dan kemampuan menjaga bentuk tim sebagai hal yang harus mendapat perhatian.

Fokus tersebut menggambarkan persoalan yang ingin dibenahi Inter setelah kebobolan empat gol dari Club Brugge. Chivu tidak merinci kesalahan tertentu dalam pertandingan, tetapi mengakui timnya perlu memahami apa yang belum berjalan baik di kompetisi Eropa.

“Di Liga Champions khususnya sulit untuk kembali ke jalur mengingat kualitas lawan, tapi kami harus fokus ke keseimbangan kami, duel-duel, bola kedua, mempertahankan bentuk,” katanya.

Perbaikan, menurut Chivu, tidak hanya menyangkut aspek teknis. Ia menyatakan Inter akan mencoba mengubah persiapan mental para pemain setelah dua kekalahan yang membebani perjalanan mereka di awal kompetisi.

Pelatih asal Rumania itu juga bersedia memikul tanggung jawab atas situasi tim. Ia menilai dirinya mungkin belum menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapi pertandingan-pertandingan tertentu. Pengakuan tersebut datang ketika Inter perlu segera mengubah hasil buruk menjadi modal untuk laga berikutnya.

Enam pertandingan tersisa untuk mengejar poin

Chivu meminta timnya tetap percaya diri meski peluang Inter kini menghadapi tantangan lebih berat. Masih ada enam laga untuk mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi di klasemen. Namun, dua kekalahan awal telah mengurangi ruang bagi Nerazzurri untuk membuat kesalahan berikutnya.

“Kami semua menyadari apa yang tidak berjalan di Liga Champions dan kami akan mencoba mengubah persiapan mental kami. Saya harus jadi yang pertama bertanggung jawab, karena mungkin saya tidak bisa menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapi laga-laga tertentu,” ujar Chivu.

Pengalaman musim lalu menjadi pengingat bagi Inter. Klub Italia itu hanya terpaut satu poin dari delapan besar, posisi yang memberi tiket langsung ke babak 16 besar. Namun, mereka akhirnya harus melewati fase play-off knockout dan tersingkir.

Karena itu, hasil awal musim ini bukan sekadar soal posisi di tabel, melainkan juga tentang kemampuan Inter menjaga peluang melangkah lebih jauh. Enam pertandingan tersisa memberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan, tetapi Chivu dan para pemain perlu segera menunjukkan perubahan pada keseimbangan, duel, serta kesiapan mental tim.

Langkah berikutnya akan menjadi ujian bagi respons Inter terhadap tekanan. Evaluasi yang disebut Chivu perlu terlihat di lapangan agar Nerazzurri dapat kembali bersaing dan menjaga harapan mereka di Liga Champions.

Duniafakta