Truk Molen Bekasi: Sopir Jadi Tersangka, 6 Tewas

Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya. Sopir ditetapkan sebagai tersangka, sementara lokasi pemberhentian angkutan akan dikaji.

truk-molen-bekasi-sopir-jadi-tersangka-enam-tewas

Enam orang meninggal dan enam lainnya terluka setelah sebuah truk molen menabrak warga yang menunggu angkutan umum di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu, 1 November 2026. Polisi menetapkan pengemudi berinisial TM sebagai tersangka, sementara titik pemberhentian penumpang di lokasi kejadian akan dikaji karena dinilai berisiko.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Truk bernomor polisi B-9548-MV itu melaju dari arah timur menuju barat. Menurut penyelidikan sementara, sistem pengereman kendaraan bermasalah sehingga pengemudi kehilangan kendali.

Truk bergerak ke sisi kiri jalan, menghantam kerumunan di dekat tembok, lalu menabrak bagian bangunan dan terguling. Proses evakuasi di lokasi berlangsung berjam-jam. Enam korban yang selamat dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Pengemudi diperiksa sebagai tersangka

Polres Metro Bekasi Kota meningkatkan penanganan perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada Minggu malam. Sehari kemudian, polisi mengumumkan TM sebagai tersangka. Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan juga telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

TM dijerat dengan Pasal 310 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya paling lama enam tahun penjara dan denda maksimal Rp12 juta. Polisi masih memeriksa pengemudi tersebut untuk mendalami peristiwa dan memastikan unsur pidana dalam kecelakaan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana menyatakan proses hukum akan dilakukan dengan cepat dan teliti. Kepastian perkara, kata dia, diperlukan agar keluarga korban memperoleh keadilan. Penyidikan masih berjalan, sehingga penyebab teknis dan pertanggungjawaban dalam kecelakaan belum seluruhnya dipastikan.

Warga menunggu angkutan di dekat kampus

Para korban berada di area pemberhentian angkutan umum di depan kampus BSI ketika truk datang. Seorang pengendara motor yang berada di sekitar kendaraan itu mengatakan truk tampak melaju cepat sebelum membelok tajam ke kiri. Ia juga mendengar suara dari bagian rem dan mengurangi kecepatan motornya untuk menjaga jarak.

Menurut kesaksian yang disampaikan kepada detikNews, pengendara itu tidak mendengar klakson sebelum truk menghantam kerumunan. Ia kemudian melihat kendaraan tersebut membentur tembok dan terguling. Setelah menyaksikan kondisi korban, ia menghubungi polisi untuk meminta bantuan.

Kompas.com melaporkan para korban merupakan sanak saudara yang sedang menunggu angkutan setelah menghadiri acara kondangan. Informasi itu menggambarkan bahwa satu kecelakaan berdampak pada satu rombongan keluarga, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Polisi menyebut korban berada di dekat rambu pemberhentian angkutan umum.

Lokasi pemberhentian akan dikaji

Posisi tempat menunggu penumpang menjadi salah satu hal yang akan ditinjau setelah kecelakaan. Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Joko Sembodo menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi untuk menilai keamanan titik tersebut. Pemindahan dapat dipertimbangkan, tetapi keputusan akan melihat aspek keselamatan pengguna angkutan.

Kajian itu berjalan di luar penyidikan terhadap pengemudi. Polisi masih menelusuri bagaimana gangguan rem terjadi dan bagaimana kendaraan bisa menghantam warga di tepi jalan. Dugaan awal menyebut rem mengalami malafungsi, tetapi penyelidikan tetap diperlukan untuk menguji rangkaian kejadian.

Kasus ini juga memicu langkah dari pihak terkait di luar kepolisian. ANTARA melaporkan Kementerian Perhubungan memanggil perusahaan pemilik truk setelah kecelakaan di Bekasi. Sementara itu, kepolisian mendampingi penyerahan santunan Jasa Raharja kepada keluarga korban, sebagaimana diberitakan kumparan. Proses hukum terhadap TM dan pemeriksaan keselamatan lokasi masih menjadi perkembangan yang ditunggu.

Duniafakta