Trump Bela Penangguhan Sanksi, Serang Sikap Zelensky
Donald Trump membela penangguhan sejumlah sanksi terhadap Rusia dan menuduh Volodymyr Zelensky tidak ingin mengakhiri perang. Perselisihan soal serangan kilang minyak dan pasokan energi turut memanaskan hubungan Washington-Kyiv.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela keputusannya menangguhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia dan menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak ingin mengakhiri perang. Pernyataan itu disampaikan saat Washington berupaya merundingkan perdamaian, sementara kebijakan terkait bahan bakar Rusia memicu ketegangan baru dengan Kyiv.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin (19/10/2026), Trump mengatakan langkahnya dimaksudkan agar Rusia tetap berada di meja perundingan. Ia menyebut keputusan mengenai sanksi itu sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian dalam perang Rusia-Ukraina.
“Saya sedang dalam proses merundingkan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan sesuatu yang secara ceroboh akan membuat Rusia menjauh dari meja perundingan,” tulis Trump.
Trump tunda sanksi baru dan pembatasan diesel Rusia
Trump menandatangani perintah eksekutif pada Jumat (16/10) malam untuk menangguhkan penerapan sejumlah sanksi baru yang diwajibkan oleh undang-undang. Ia juga untuk sementara menghentikan sanksi terhadap bahan bakar diesel Rusia.
Kebijakan diesel itu memungkinkan pasokan dalam jumlah besar masuk ke pasar global. Pemerintahan Trump menyebut langkah tersebut ditujukan untuk menurunkan harga bahan bakar menjelang pemilu Amerika Serikat pada awal bulan berikutnya. Harga energi menjadi perhatian karena kenaikannya membuat banyak pemilih kecewa.
Keputusan tersebut mengejutkan Kyiv dan sekutu-sekutunya, sekaligus memperuncing perselisihan Trump dengan Zelensky. Hubungan kedua pemimpin itu sebelumnya telah mengalami pasang surut. Trump juga mengaitkan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia dengan kenaikan harga diesel di pasar dunia, termasuk di Amerika Serikat.
“Zelensky menjadikan kilang diesel di Rusia sebagai target, dengan mengetahui bahwa serangan-serangan ini sangat merugikan pasar diesel dunia,” kata Trump. Ia menuduh pemimpin Ukraina itu tidak peduli terhadap dampak serangan tersebut.
Tuduhan Trump soal serangan kilang minyak
Trump kembali menuding Ukraina sengaja menyerang kilang minyak Rusia untuk merugikan Partai Republik menjelang pemilu 3 November. Sejumlah jajak pendapat, menurut laporan tersebut, menunjukkan partai yang dipimpin Trump berpotensi mengalami kekalahan besar.
Ia juga melontarkan tuduhan bahwa Zelensky tidak ingin mengakhiri perang. Trump mengaitkan klaim itu dengan bantuan yang diterima Ukraina dari Eropa dan pemerintahan Joe Biden sebelumnya. Tuduhan tersebut disampaikan di tengah perbedaan pendapat mengenai langkah yang harus ditempuh untuk menghentikan konflik.
Dalam laporan terpisah, Trump menyebut serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia sebagai tindakan yang membuat harga energi dunia tetap tinggi. Ukraina sebelumnya menyerang kilang milik Rosneft di tenggara Moskow, setelah Zelensky menyatakan Kyiv menghentikan gencatan senjata yang mencakup fasilitas energi dan mengkritik kesediaan Trump membuat kesepakatan dengan Moskow.
Sementara itu, Rusia terus melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas energi Ukraina, termasuk pembangkit listrik. Serangan di wilayah Volyn, yang berbatasan dengan Polandia, menyebabkan 370.000 orang kehilangan pasokan listrik dan melukai dua orang. Pemadaman darurat juga diberlakukan di Kyiv selama serangan berlangsung.
Perundingan damai di tengah ketegangan dengan Kyiv
Trump mengatakan perkembangan besar tengah dicapai dalam perundingan, termasuk negosiasi pembebasan sandera. Ia juga menyinggung sebuah dokumen yang, menurutnya, dapat ditandatangani nanti. Namun, tidak jelas dokumen apa yang dimaksud, dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan penjelasan lebih lanjut dari AFP.
Trump turut mengatakan Rusia hanya memberi sedikit, jika memang ada, bantuan kepada Republik Islam Iran dibandingkan dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia menyatakan ingin keadaan itu tetap berlangsung, tanpa merinci lebih jauh kaitan pernyataan tersebut dengan perundingan Ukraina.
Ketegangan terjadi ketika Zelensky berupaya menggalang dukungan para pemimpin Eropa di Brussels. Sejumlah pemimpin menyatakan dukungan kepada Ukraina. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Ukraina perlu menerima sarana yang diperlukan untuk melindungi diri, sedangkan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyampaikan bahwa Ukraina tidak sendirian.
Perbedaan sikap Washington dan Kyiv juga menyangkut kemampuan militer Ukraina. Laporan terpisah menyebut pembatasan pada sistem komunikasi satelit Starshield menghambat kemampuan pasukan Ukraina mendeteksi serangan dan mengoordinasikan respons di garis depan. Pejabat pertahanan juga mengonfirmasi bahwa AS mengancam menghentikan berbagi informasi intelijen jika Ukraina terus menyerang kilang minyak Rusia.
Di tengah saling tuding dan tekanan di sektor energi, arah perundingan masih belum jelas. Trump menyatakan ingin menjaga peluang damai tetap terbuka, sementara Kyiv menolak tuntutan untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak Rusia. Sikap para sekutu Eropa dan keputusan berikutnya dari Washington akan menjadi bagian penting dari dinamika perang dan upaya mencari jalan keluar.