Tabrakan Burung Rusak Pesawat Emirates, Delay 14,5 Jam

Tabrakan burung saat pesawat Emirates mendarat di Delhi menyebabkan kerusakan dan menunda penerbangan kembali ke Dubai selama 14,5 jam. Penumpang mendapat akomodasi hotel selama menunggu.

tabrakan-burung-rusak-pesawat-emirates-delay-14-5-jam

Pesawat Emirates yang terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Delhi, India, mengalami kerusakan setelah menabrak burung saat mendarat pada Sabtu (17/10/2026). Insiden itu membuat penerbangan kembali dari Delhi ke Dubai tertunda 14,5 jam, sementara pesawat menjalani perbaikan dan pemeriksaan keselamatan.

Penerbangan EK517 disebut berjalan lancar selama perjalanan menuju Delhi. Masalah baru terjadi ketika pesawat tiba di bandara tujuan. Benturan dengan burung merusak pesawat sehingga maskapai tidak dapat langsung mengoperasikannya kembali.

Keberangkatan Delhi-Dubai yang semula dijadwalkan pukul 16.25 waktu setempat pada Sabtu kemudian dijadwal ulang menjadi pukul 07.00 pada Minggu (18/10/2026). Perubahan itu membuat penumpang harus menunggu semalaman sebelum bisa melanjutkan perjalanan.

Penumpang mendapat akomodasi hotel

Emirates tidak menyebutkan jumlah penumpang yang terdampak. Maskapai menyediakan akomodasi hotel bagi mereka selama menunggu jadwal penerbangan yang baru. Emirates juga menyampaikan permintaan maaf atas gangguan tersebut.

“Emirates meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan. Keselamatan penumpang dan awak kabin kami adalah yang terpenting dan tidak akan dikompromikan,” kata juru bicara maskapai.

Perbaikan diperlukan sebelum pesawat dapat kembali terbang. Dalam keterangan yang dikutip sejumlah media, maskapai menyatakan pesawat harus menjalani pemeriksaan keselamatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pesawat layak beroperasi setelah mengalami benturan.

Tabrakan burung atau bird strike dapat menimbulkan kerusakan pada bagian pesawat, termasuk mesin maupun badan pesawat. Dampaknya tidak selalu berujung pada kerusakan berat, tetapi insiden tetap perlu ditangani sebelum penerbangan dilanjutkan.

Sampah dan penjualan daging di sekitar bandara

Insiden tabrakan burung di Bandara Delhi dilaporkan meningkat dalam dua tahun terakhir. Pejabat yang membahas persoalan itu dalam pertemuan Komite Manajemen Lingkungan Lapangan Terbang bulan sebelumnya mengidentifikasi praktik pembuangan sampah yang buruk dan aktivitas penjualan daging di dekat bandara sebagai faktor yang berkontribusi.

Sampah dan sisa daging dapat menarik burung ke kawasan sekitar bandara. Kehadiran burung di area yang dilalui pesawat pada fase lepas landas maupun pendaratan kemudian meningkatkan risiko benturan. Namun, faktor-faktor tersebut merupakan persoalan lingkungan yang diidentifikasi oleh pejabat, bukan keterangan bahwa keduanya menjadi penyebab langsung insiden yang menimpa pesawat Emirates.

Pengelolaan lingkungan di sekitar bandara menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko. Keberadaan burung di dekat lintasan penerbangan dapat menjadi tantangan bagi pengelola bandara dan maskapai, terutama ketika pesawat berada pada ketinggian rendah.

Risiko bird strike paling besar saat pesawat di ketinggian rendah

Tabrakan burung merupakan salah satu insiden keselamatan yang kerap dilaporkan dalam penerbangan. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional menerima beberapa ribu laporan setiap tahun. Sementara itu, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat mencatat lebih dari 15.000 insiden tabrakan satwa liar setiap tahun, dengan sebagian besar melibatkan burung.

Risiko terutama muncul saat pesawat lepas landas, menanjak pada fase awal penerbangan, mendekati landasan, dan mendarat. Pada tahap-tahap itu, pesawat biasanya berada di bawah ketinggian sekitar 3.000 kaki, yakni ruang udara tempat banyak burung beraktivitas.

Meski dapat mengganggu operasional dan memicu penundaan panjang, tidak setiap tabrakan menyebabkan kerusakan. Secara umum, kurang dari satu dari lima insiden mengakibatkan kerusakan pada pesawat, sedangkan kecelakaan fatal akibat tabrakan burung tergolong jarang.

Peristiwa di Delhi memperlihatkan bahwa benturan dengan burung dapat berdampak langsung pada perjalanan penumpang, sekalipun kecelakaan serius jarang terjadi. Pengurangan sumber yang menarik burung di sekitar bandara dan pemeriksaan pesawat setelah insiden tetap penting untuk menjaga keselamatan sekaligus membatasi gangguan jadwal penerbangan.

Duniafakta