Cuaca MotoGP Mandalika Diprediksi Cerah Berawan

BMKG memprediksi cuaca MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 cerah berawan tanpa curah hujan. Musim hujan di NTB diproyeksikan mundur.

cuaca-motogp-mandalika-cerah-berawan

Cuaca MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 diprediksi cerah berawan tanpa curah hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) menyebut kondisi itu terjadi ketika Nusa Tenggara Barat masih berada dalam periode musim kemarau.

Cuaca MotoGP Mandalika 9–11 Oktober 2026

Prakiraan untuk kawasan Sirkuit Mandalika didominasi cuaca cerah berawan selama gelaran MotoGP. Kepala BMKG Stamet ZAM, Tri Widiarto, mengatakan prediksi tersebut menunjukkan tidak ada curah hujan untuk kegiatan MotoGP.

“Untuk kegiatan MotoGP sendiri diprediksi untuk curah hujannya tidak ada. Cuacanya lebih kepada cerah berawan,” kata Tri Widiarto dalam keterangan pers, Rabu (30/9).

Cerah berawan berarti langit memiliki tutupan awan, tetapi kondisi tersebut tidak sama dengan hujan. Dalam kegiatan luar ruang, kondisi ini tetap dapat disertai paparan sinar matahari yang terasa terik. Karena itu, perkiraan tanpa hujan tidak berarti penonton dapat mengabaikan kesiapan menghadapi cuaca panas di area sirkuit.

BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi bagi Penonton MotoGP

Tri mengingatkan penonton dan masyarakat yang hadir langsung di sirkuit agar mewaspadai dampak cuaca terik. Sengatan matahari saat cerah berawan dinilai dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kekeringan tubuh. Kondisi tersebut disebut dapat berdampak terhadap stamina serta emosi penonton di area padat.

“Terkait dehidrasi kepada penonton terutamanya dikhawatirkan nanti dengan cerah berawan ini terik matahari juga berpengaruh. Jangan sampai ada senggol-senggolan mengakibatkan terjadinya kekaosan,” ujar Tri.

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Dalam aktivitas luar ruang, pemenuhan kebutuhan minum dan perhatian terhadap kondisi fisik merupakan langkah praktis yang relevan. Pengunjung juga perlu menjaga ketertiban di kerumunan agar pergerakan antarperson tidak memicu senggolan.

Musim Hujan NTB Diproyeksikan Mundur

BMKG memproyeksikan awal musim hujan di NTB baru memasuki wilayah tersebut pada akhir November 2026. Kepala BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantijo, menyatakan fenomena El-Nino tahun ini sangat kuat, sehingga pasokan uap air berkurang dan durasi musim kemarau memanjang.

“Karena lebih panjang musim kemaraunya otomatis datangnya musim hujan di Provinsi NTB mundur. Jadi 100 persen mundur di semua wilayah Provinsi NTB,” ujar Nuga, Rabu (30/9).

Biasanya, musim hujan di NTB mulai berlangsung pada September. Pada dua zona musim di NTB, musim hujan diprediksi masuk pada dasarian III atau akhir November 2026. Sementara itu, zona musim sisanya, yakni 93 persen dari total zona wilayah, diprediksi memasuki musim hujan pada Desember.

Dasarian merupakan pembagian waktu dalam satu bulan menjadi tiga periode. Istilah dasarian III merujuk pada periode terakhir dalam suatu bulan. Pembagian ini digunakan untuk menyampaikan perkembangan atau prakiraan kondisi cuaca secara lebih rinci.

El-Nino dan Angin Muson Timur dalam Prakiraan NTB

Menurut Nuga, keterlambatan musim hujan di NTB juga berkaitan dengan pergerakan angin muson timur. Angin dari arah timur atau wilayah Australia biasanya membawa uap air yang cenderung sedikit. “Sehingga mengurangi potensi curah hujan di NTB,” tuturnya.

Kondisi permukaan laut yang cukup dingin juga disebut membuat uap air berkurang. Dampaknya, potensi pembentukan awan hujan menjadi kecil. Uap air merupakan salah satu unsur yang berkaitan dengan pembentukan awan dan hujan. Ketika pasokannya berkurang, potensi hujan dapat ikut menurun sebagaimana penjelasan BMKG dalam prakiraan NTB.

Poin Penting

  • Cuaca MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 diprediksi cerah berawan.
  • BMKG Stamet ZAM memprediksi tidak ada curah hujan selama kegiatan MotoGP.
  • Penonton diingatkan terhadap risiko dehidrasi akibat terik matahari.
  • Awal musim hujan di NTB diproyeksikan masuk pada akhir November 2026.
  • Sebanyak 93 persen total zona wilayah NTB diprediksi memasuki musim hujan pada Desember.

Pertanyaan Seputar Cuaca MotoGP Mandalika

Bagaimana prakiraan cuaca saat MotoGP Mandalika?

BMKG Stamet ZAM memprediksi cuaca di kawasan Sirkuit Mandalika didominasi cerah berawan pada 9–11 Oktober 2026, dengan curah hujan diprediksi tidak ada.

Mengapa penonton perlu mewaspadai dehidrasi?

BMKG mengingatkan bahwa sinar matahari saat kondisi cerah berawan dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kekeringan tubuh, serta memengaruhi stamina dan emosi penonton.

Kapan musim hujan diprediksi masuk ke NTB?

Dua zona musim di NTB diprediksi memasuki musim hujan pada dasarian III atau akhir November 2026. Zona musim sisanya, yaitu 93 persen total zona wilayah, diprediksi masuk pada Desember.

Apa yang dimaksud dasarian?

Dasarian adalah pembagian satu bulan menjadi tiga periode. Dasarian III berarti periode terakhir dalam bulan tersebut.

Dalam kondisi musim kemarau yang lebih panjang, BMKG meminta masyarakat mewaspadai pasokan air minum dan air untuk lahan pertanian, serta potensi kebakaran hutan. Perhatian terhadap kebutuhan air dan penjagaan lahan menjadi bagian yang perlu diikuti bersamaan dengan prakiraan cuaca MotoGP Mandalika.

Duniafakta