Learjet 60 Jatuh di Florida, Pilot Sempat Kirim Pesan
Kopilot Learjet 60 Nathalia Filgueiras sempat melaporkan turbulensi dan es sebelum pesawat jatuh di Florida. Sembilan orang di dalam pesawat tewas.
Pesawat Learjet 60 yang jatuh di Palm Beach County, Florida, sempat menghadapi turbulensi dan pembentukan es sebelum kehilangan kendali. Sekitar sepuluh menit sebelum pesawat menghantam tanah, kopilot Nathalia Filgueiras, 20 tahun, juga mengirim pesan kepada kekasihnya yang berprofesi sebagai pilot.
Pesawat itu berangkat dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, menuju Bahama pada Minggu (1/11). Seluruh sembilan orang di dalamnya tewas. Pesawat jatuh di dekat jalan raya di kawasan Green Acres, lalu terbakar. Tidak ada laporan korban di darat.
Pesan Filgueiras kepada kekasihnya, Justin, dikirim sekitar pukul 12.40 waktu setempat, menurut ayah tirinya, Thiago Corteleti. “Aku mengalami turbulensi, ada es,” kata Corteleti menirukan isi pesan tersebut kepada New York Post, seperti diberitakan CNN Indonesia.
Awak melaporkan es dan turbulensi kepada ATC
Rekaman komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara atau ATC memperlihatkan awak kokpit melaporkan adanya lapisan es dan turbulensi ketika pesawat berada pada ketinggian 35.000 kaki. Mereka meminta bantuan untuk mencari kondisi udara yang lebih stabil. Awak kemudian meminta izin naik ke 37.000 kaki.
Komunikasi itu direkam dan tersedia melalui situs pemantau LiveATC. CNN Indonesia, dengan mengutip laporan Associated Press, menyebut suara yang terdengar diyakini berasal dari Filgueiras. Pilot utama diidentifikasi sebagai Jeff Gregory, sementara Filgueiras bertugas sebagai kopilot.
Tak lama setelah meminta perubahan ketinggian, awak melaporkan pesawat mulai turun cepat dan menyatakan keadaan darurat. Dalam rekaman yang dikutip CNN Indonesia, laju penurunan sempat dilaporkan 10.000 kaki per menit, lalu disebut meningkat menjadi 20.000 kaki dan dikoreksi ke 22.000 kaki per menit. Filgueiras juga terdengar mengatakan, “Kami akan menghantam tanah.”
Komunikasi terakhir yang diterima dari pesawat, menurut Reuters, berisi teriakan bahwa waktu mereka sudah habis. Rekaman tersebut menggambarkan keadaan genting di kokpit, tetapi belum menjelaskan apa yang membuat pesawat kehilangan kendali.
Data pelacakan menunjukkan penurunan tajam
Analisis Flightradar24 terhadap data pelacakan dan komunikasi radio menunjukkan pesawat sempat naik sebentar sekitar pukul 12.48. Setelah itu, arah pesawat berubah tajam ke kanan dan ketinggiannya turun dengan cepat. Pembacaan terakhir yang diterima menunjukkan pesawat berada pada ketinggian 8.750 kaki sekitar pukul 12.49.
Dalam analisis tersebut, laju vertikal tercatat melampaui 32.000 kaki per menit. Namun, angka itu berasal dari data pelacakan, bukan dari perekam penerbangan, sehingga tidak bisa dipastikan sebagai laju penurunan maksimum. Waktu kecelakaan yang diperkirakan sekitar pukul 12.49 juga sejalan dengan catatan Administrasi Penerbangan Federal yang mencatat kejadian pada pukul 12.50.
Penilaian awal penyelidik mengindikasikan pesawat mungkin sudah pecah sebelum menghantam tanah. Tom Chapman, anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat, mengatakan bagian-bagian pesawat dapat ditemukan terpisah dari titik utama jatuhnya. Rangka pesawat menancap ke tanah dan membentuk kawah, sementara video yang beredar memperlihatkan jet jatuh menukik lalu meledak.
Meski awak melaporkan es dan turbulensi, penyebab kecelakaan belum ditetapkan. Kedua kondisi itu merupakan bagian dari informasi yang sedang diperiksa, bukan kesimpulan mengenai pemicu jatuhnya pesawat.
Filgueiras telah sembilan bulan bekerja sebagai pilot
Filgueiras memperoleh lisensi pilot saat masih di sekolah menengah. Ibunya, Camila, mengatakan putrinya telah bekerja sebagai pilot komersial selama sembilan bulan dan memiliki pengalaman terbang 1.300 jam. Ia belajar terbang bersama ayahnya sejak 2018, lalu mulai mengikuti kelas pilot pada 2020.
Keluarga mengatakan Filgueiras bercita-cita menjadi pilot sejak muda. Ia pernah terbang dengan pesawat kecil milik ayahnya dan kemudian menempuh pendidikan di American Flyers, sekolah penerbangan yang berpusat di Addison, Texas, dengan cabang di Pompano Beach, Florida. Sebelum bekerja sebagai pilot, ia juga pernah menjadi instruktur penerbangan di Fort Lauderdale.
Learjet 60 buatan Bombardier itu dimiliki sebuah perusahaan yang terdaftar di Delaware. Bombardier menyatakan akan mendukung penyelidikan. Pihak berwenang masih mengusut rangkaian kejadian sebelum pesawat jatuh, termasuk laporan awak dan bukti yang ditemukan di lokasi kecelakaan.