Gibran Tinjau Mamuju, Akses Rusak Jadi Tantangan

Kunjungan Gibran ke Mamuju menghadapi akses jalan rusak dan jembatan putus. Ia meninjau rumah bantuan, sekolah, serta mendengar keluhan warga dan petani kakao.

gibran-tinjau-mamuju-akses-rusak-jadi-tantangan

Akses yang terputus dan jalan berbatu menghambat perjalanan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau sejumlah lokasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11). Ia dibonceng sepeda motor trail menuju kawasan yang sulit dijangkau, lalu berjalan kaki ketika tiba di titik jembatan putus di Desa Bebanga.

Kunjungan itu membawa Gibran ke rumah penerima program bedah rumah pemerintah dan sebuah SD Negeri. Di lokasi perumahan, ia meminta agar pembenahan rumah juga mencakup sanitasi dan kesehatan. Kondisi akses menuju warga yang ditinjau sekaligus memperlihatkan tantangan untuk menjangkau kawasan tersebut.

Catatan mengenai cuaca dalam dua laporan CNN Indonesia tidak sama. Laporan kunjungan menyebut Gibran melintas saat hujan deras, sedangkan laporan otomotif menggambarkan perjalanan berlangsung di tengah gerimis. Keduanya menyebut jalan yang dilalui berupa jalur tanah dan batu, belum beraspal. Gibran menumpang Kawasaki KLX150.

Sanitasi masuk dalam perhatian program bedah rumah

Di rumah warga penerima bantuan, Gibran menekankan bahwa perbaikan hunian tidak cukup hanya menyentuh kondisi bangunan. Ketersediaan sanitasi dan lingkungan yang mendukung kesehatan juga perlu diperhatikan, terutama karena program tersebut disebut dapat membantu upaya pencegahan stunting.

“Pembangunan harap juga memperhatikan sisi sanitasi dan kesehatan, sehingga bantuan bedah rumah ini bisa jadi salah satu bentuk intervensi untuk mencegah stunting,” kata Gibran.

Ia juga mendatangi sekolah dasar negeri di kawasan itu untuk melihat kondisi fasilitas pendidikan. Rincian mengenai kerusakan sekolah tidak dijelaskan dalam laporan kunjungan CNN Indonesia. Namun, agenda tersebut memperluas perhatian kunjungan dari perbaikan rumah ke kebutuhan layanan pendidikan bagi warga setempat.

Perjalanan menuju Desa Bebanga menjadi bagian paling sulit dari agenda lapangan itu. Ketika kendaraan tak bisa melewati jembatan yang putus, Gibran melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki agar dapat bertemu masyarakat. Warga sudah menunggu saat ia tiba di lokasi.

Keluhan warga Kalumpang mencakup guru dan jaringan

Agenda Gibran di Mamuju juga mencakup peringatan 100 tahun Injil masuk Tanah Kalumpang. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, antara lain kekurangan tenaga pengajar, jalan yang rusak, serta terbatasnya jaringan internet.

Gibran menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani kebutuhan di kawasan yang termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama dan melestarikan budaya setempat, termasuk agar generasi muda tetap mengenal tradisi daerah.

Isu kerukunan turut muncul dalam pesan yang disampaikan pada peringatan tersebut. Gibran mengingatkan warga agar tidak membiarkan kabar bohong merusak persaudaraan. Pesan itu disampaikan di tengah rangkaian pertemuan yang juga memuat keluhan mengenai kebutuhan dasar dan akses layanan.

Petani kakao menanti tindak lanjut soal pupuk

Di lokasi lain, Gibran berdialog dengan petani kakao. Mereka mengeluhkan akses pupuk subsidi yang terhambat karena data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tidak sesuai dengan data di kios. Petani juga menyampaikan harga kakao yang turun.

Gibran mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti persoalan pupuk. Ia turut menyerahkan bantuan alat pompanisasi secara simbolis kepada kelompok tani guna mendukung produktivitas lahan.

“Satu per satu kita tangani permasalahannya. Mulai dari pupuk, pompanisasi, hingga pembangunan infrastruktur pendukung,” ujar Gibran.

Belum ada rincian jadwal atau bentuk penyelesaian untuk keluhan petani maupun persoalan akses yang disampaikan warga Kalumpang. Tindak lanjut yang disebut dalam kunjungan itu adalah koordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, sementara bantuan pompanisasi telah diserahkan secara simbolis.

Duniafakta