China Operasikan 1.625 Km Jalur Kereta Baru

China mengoperasikan 1.625 km jalur kereta baru hingga kuartal III-2026. Investasi perkeretaapian mencapai 601,2 miliar yuan, sementara perjalanan penumpang mencetak rekor.

china-operasikan-1625-km-jalur-kereta-baru

China mengoperasikan 1.625 kilometer jalur kereta api baru hingga kuartal III-2026, termasuk sejumlah ruas kereta cepat yang menghubungkan berbagai wilayah. Ekspansi ini berlangsung seiring investasi perkeretaapian yang mencapai 601,2 miliar yuan dan meningkatnya jumlah perjalanan penumpang.

Data China State Railway Group Co Ltd (China Railway) yang dikutip Xinhua menyebut investasi tersebut setara sekitar US$ 89 miliar atau Rp 1.593 triliun, dengan asumsi kurs Rp 17.900 per dolar AS. Nilainya naik 1,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Perluasan jaringan menjadi bagian dari upaya China meningkatkan kapasitas transportasi kereta api. Pada kuartal III tahun ini, perjalanan penumpang tercatat mencapai 3,71 miliar, rekor tertinggi, sekaligus naik 4,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Empat ruas kereta cepat dibuka pada September

Salah satu penambahan penting terjadi pada 28 September 2026, ketika China membuka empat ruas kereta api berkecepatan tinggi. Jalur-jalur tersebut menghubungkan Xiongan di Provinsi Hebei dengan Shangqiu di Provinsi Henan, serta Xi’an dengan Ankang di Provinsi Shaanxi.

Dua ruas lainnya menghubungkan Yichang dan Xingshan di Provinsi Hubei, serta Harbin dan Yichun di Provinsi Heilongjiang. Rangkaian jalur itu menjangkau wilayah utara, tengah, barat laut, hingga timur laut China.

China Railway menyatakan proyek-proyek tersebut mengoptimalkan jaringan kereta api regional dan meningkatkan efisiensi transportasi. Perusahaan itu juga menilai pembukaan jalur baru membuat perjalanan lebih nyaman bagi masyarakat di sepanjang rute.

Pengembangan jalur tidak hanya mencakup lintasan. Sejumlah stasiun baru juga dioperasikan hingga kuartal III-2026, meski data yang disampaikan China Railway tidak merinci jumlah maupun lokasi seluruh stasiun tersebut.

Investasi kereta api naik di tengah rekor perjalanan

Besarnya investasi dan kenaikan volume penumpang menunjukkan skala aktivitas perkeretaapian China. Dalam pernyataan yang dikutip Xinhua pada Kamis, 22 Oktober 2026, China Railway mengatakan jalur yang baru dibuka dan investasi berkelanjutan membantu meningkatkan efisiensi jaringan secara keseluruhan.

“Dengan jalur-jalur yang baru dibuka dan investasi yang berkelanjutan, efisiensi keseluruhan jaringan kereta api terus meningkat dan momentum baru telah disuntikkan ke dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” kata China Railway.

Catatan perjalanan penumpang sebanyak 3,71 miliar pada kuartal III menjadi gambaran tingginya penggunaan kereta. Angka itu mencakup perjalanan kereta api secara keseluruhan, sementara keterangan yang tersedia tidak memisahkan jumlah penumpang kereta cepat.

Hingga akhir 2025, panjang jalur kereta api yang beroperasi di China mencapai 165.000 kilometer. Lebih dari 50.000 kilometer di antaranya merupakan jalur kereta cepat, menempatkan jaringan tersebut sebagai salah satu infrastruktur transportasi utama negara itu.

Jaringan kereta cepat ditargetkan mencapai 70.000 km

China memproyeksikan jaringan kereta cepatnya mencapai 70.000 kilometer pada 2035. Rencana itu mencakup delapan jalur vertikal utara-selatan dan delapan jalur horizontal timur-barat.

Jika rampung, jaringan tersebut dirancang menghubungkan kota-kota besar dan zona ekonomi utama. Namun, target itu masih menjadi proyeksi jangka panjang; data yang tersedia saat ini mencatat lebih dari 50.000 kilometer jalur kereta cepat telah beroperasi pada akhir 2025.

Investasi yang terus berjalan juga mencerminkan meningkatnya permintaan perjalanan kereta di China. Penambahan 1.625 kilometer jalur baru sepanjang tiga kuartal pertama 2026 menjadi bagian dari proses memperluas layanan dan memperkuat koneksi antardaerah.

Perkembangan berikutnya akan terlihat dari kemampuan proyek-proyek baru tersebut meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas penumpang. Dengan target 2035 masih di depan, pembangunan dan pengoperasian jalur akan menjadi penentu seberapa cepat konektivitas antarkota dan zona ekonomi dapat diperluas.

Duniafakta