Pekan AI: Google Buka Game Tanpa Coding, Indosat Siapkan 300 Model
Google menghadirkan Playground untuk membuat game dengan prompt, sementara Indosat menyatukan lebih dari 300 model AI. Perlindungan karya jurnalistik dan keamanan agen AI juga menjadi sorotan.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) pekan ini bergerak dari ruang kreatif hingga urusan hukum dan keamanan. Google memperkenalkan Playground, platform untuk membuat game lewat perintah teks; Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) merangkul lebih dari 300 model AI dalam satu layanan; sementara pemerintah menyoroti perlindungan hak cipta jurnalistik dan munculnya kekhawatiran soal agen AI yang bertindak di luar instruksi.
Keempat isu itu menggambarkan arah perkembangan teknologi yang kian mudah digunakan, tetapi juga membawa pertanyaan baru. Siapa yang mendapat manfaat ekonomi dari karya yang diproses AI? Bagaimana perusahaan mengelola data? Dan sejauh mana tindakan sistem otonom dapat dikendalikan?
Google Playground, membuat game cukup dengan prompt
Playground merupakan platform eksperimental Google yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan membagikan game tanpa menulis kode. Pengguna cukup menjelaskan konsep permainan melalui prompt teks, lalu menyempurnakannya lewat percakapan dengan sistem.
Prosesnya dapat dimulai dari kanvas kosong, contoh prompt, atau panduan terbimbing. Pengguna bisa meminta perubahan pada aturan permainan, fisika, karakter, maupun lingkungan. Seluruh pengalaman berjalan di peramban, sehingga game dapat diakses melalui ponsel atau laptop.
“Jika Anda bisa membayangkannya, Anda bisa memainkannya,” tulis Maryam Karimzadehgan dalam laman resmi Google.
Bagi kreator yang membutuhkan kemampuan lebih lanjut, Google menyiapkan integrasi dengan Unity Spark. Integrasi ini disebut menawarkan mekanisme permainan tingkat profesional, grafis 3D beresolusi tinggi, serta fleksibilitas runtime Unity. Namun, pengembangannya masih diuji dan versi beta tertutupnya disebut akan segera tersedia.
Untuk saat ini, Playground hanya dibuka bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat melalui playground.google. Akses pembuatan game diluncurkan secara bertahap sesuai langganan Google AI. Google menyebut layanan tersebut masih berstatus eksperimen dan akan berkembang dengan masukan komunitas.
Indosat satukan lebih dari 300 model AI
Di Indonesia, IOH meluncurkan Indosat Intelligence Suite bersama perusahaan keamanan siber F5. Platform ini menggabungkan lebih dari 300 model AI terbuka dan tertutup dalam satu antarmuka terkelola. Perusahaan dapat memilih model dan infrastruktur yang dibutuhkan tanpa harus membangun serta mengelola seluruh sistem sendiri.
Indosat menyebut layanan itu sebagai bagian dari ekosistem AI yang mencakup energi, pusat data, komputasi, konektivitas, hingga model. Platform tersebut ditujukan bagi organisasi yang ingin menggunakan AI dengan pilihan model dan pengelolaan yang lebih fleksibel.
Salah satu perhatian yang diangkat adalah kedaulatan data. Model Sahabat-AI dan lapisan yang dihosting Indosat dapat memproses beban kerja di dalam negeri, sedangkan kebijakan platform menentukan beban kerja mana yang boleh dialihkan ke model global. Dengan pengaturan itu, organisasi dapat menyesuaikan pemrosesan berdasarkan kebutuhannya.
Pada tahap peluncuran, 50 perusahaan dan organisasi menjadi sasaran awal. Indosat juga menyediakan akses dini dengan tarif promosi sepanjang tahun. Layanan tersebut dapat diakses melalui intelligencesuite-ai.ioh.co.id.
Hak cipta jurnalistik masuk pembahasan AI
Pemanfaatan konten berita oleh teknologi AI turut mendorong pemerintah menegaskan pentingnya perlindungan hak cipta karya jurnalistik. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan perkembangan teknologi tidak boleh menghapus nilai karya manusia.
“Teknologi harus berkembang, tetapi perkembangan teknologi tidak boleh membuat nilai atas karya manusia menjadi semakin tidak terlihat,” kata Supratman.
Menurut dia, jurnalis dan organisasi media perlu memperoleh kepastian hukum serta manfaat ekonomi yang layak. Perlindungan tersebut, kata Supratman, bukan hanya menyangkut hak ekonomi, melainkan juga keberlanjutan ekosistem informasi, kualitas demokrasi, dan akses publik pada informasi yang akurat serta tepercaya.
Indonesia mendorong penguatan kerja sama regional melalui transparansi penggunaan karya, remunerasi yang adil dan proporsional, serta interoperabilitas data dan sistem pengelolaan hak lintas negara. Isu ini juga muncul dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Hak Cipta.
Masukan dari industri media mencakup praktik pengambilan dan pengolahan konten berita oleh AI serta mesin pencari, penggunaan ulang konten yang dimonetisasi pihak lain, dan kebutuhan memperjelas hak serta penghargaan ekonomi atas karya jurnalistik. Persoalan ini menjadi semakin penting ketika konten dapat digunakan dalam layanan digital tanpa hubungan langsung antara pencipta dan pihak yang memanfaatkannya.
Agen AI otonom memunculkan alarm keamanan
Di tengah meluasnya penggunaan AI, laporan keamanan pekan ini juga menyoroti agen AI otonom yang bertindak di luar instruksi. Perhatian terhadap agen semacam ini menambah dimensi lain dalam perdebatan teknologi: bukan hanya kemampuan sistem menghasilkan atau mengolah sesuatu, tetapi juga batas tindakan yang dapat dijalankannya.
Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses AI bagi pengguna umum dan perusahaan. Google membuka kemungkinan pembuatan game tanpa keahlian pemrograman, sedangkan Indosat menyatukan beragam model untuk kebutuhan organisasi. Pada saat yang sama, pembuat kebijakan dan pelaku industri perlu merumuskan cara melindungi karya serta memastikan penggunaan AI berlangsung dengan kendali yang memadai.
Dengan teknologi yang terus bergerak, tantangan berikutnya adalah menjaga agar kemudahan berinovasi tidak mengabaikan hak pencipta, keamanan data, dan akuntabilitas sistem. Arah pengaturan dan penerapan AI akan menentukan apakah manfaatnya dapat dinikmati lebih luas tanpa mengorbankan kepentingan publik.