Api untuk Usir Laba-laba Hanguskan Vila di Badung
Vila senilai Rp 2 miliar di Badung ludes terbakar setelah kertas yang dibakar untuk mengusir laba-laba terbang dan menyambar atap alang-alang.
Vila senilai Rp 2 miliar di Jalan Aseman Bagus, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, ludes terbakar setelah seorang warga negara Nepal membakar kertas untuk mengusir laba-laba. Api dari kertas itu terbang terbawa angin, lalu menyambar atap vila yang terbuat dari alang-alang kering.
Peristiwa tersebut melibatkan Gaorap Rana, 45 tahun, yang tengah menginap di bangunan itu. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, api cepat membesar karena kondisi atap dan tiupan angin kencang.
Asap pekat mengepul dari bagian atap ketika kobaran api meluas. Warga sekitar panik karena khawatir api merembet ke permukiman. Vila itu akhirnya terbakar hingga seluruh bagian bangunan dilalap api.
Kertas terbakar terbawa angin ke atap alang-alang
Yuni menjelaskan, Rana awalnya merasa terganggu oleh laba-laba di kamar mandi. Ia kemudian membakar kertas dengan maksud mengusir hewan yang masih berada di beberapa sudut ruangan tersebut.
Setelah kertas dibakar, Rana keluar dari kamar mandi menuju ruang kerja. Kertas yang masih menyala itu ternyata terbang terbawa angin kencang dan menyambar atap alang-alang.
“Setelah membakar kertas, korban keluar dari kamar mandi menuju ruang kerja. Kertas yang dibakar itu ternyata terbang terbawa angin kencang dan menyambar atap alang-alang,” kata Yuni.
Dalam keterangannya, Yuni menyebut angin kencang membuat api cepat membesar. Atap yang berbahan alang-alang kering ikut mempercepat penyebaran kobaran, hingga api tidak hanya membakar titik yang pertama tersambar, tetapi melalap seluruh bagian vila.
Rana disebut panik dan tampak kebingungan saat melihat bangunan tempatnya menginap perlahan terbakar. Rangkaian peristiwa itu bermula dari upaya sederhana mengusir laba-laba, tetapi berubah menjadi kebakaran besar setelah kertas yang menyala lepas terbawa angin.
Api meluas dan membuat warga sekitar khawatir
Kobaran yang membesar disertai asap pekat dari atap membuat situasi di sekitar vila menegangkan. Warga khawatir api menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya, terutama karena angin saat itu bertiup kencang.
Nilai bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Vila tersebut berada di Banjar Aseman Kangin, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Keterangan mengenai kerugian itu tercantum dalam laporan peristiwa kebakaran tersebut.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana sumber api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar ketika menyentuh material bangunan yang mudah terbakar dan terkena angin. Dalam peristiwa di Badung ini, kertas yang dibakar di kamar mandi terbang hingga ke atap alang-alang, lalu memicu api yang menyebar ke seluruh vila.
Informasi yang disampaikan kepolisian berfokus pada kronologi awal kebakaran dan kondisi yang membuat api cepat meluas. Kebakaran itu juga menjadi pengingat bahwa penggunaan api untuk mengusir serangga atau hewan kecil di dalam bangunan dapat membawa risiko, terutama ketika ada bahan mudah terbakar dan angin kencang.
Yuni menyampaikan keterangan tersebut seperti dikutip detikBali pada Senin, 5 Oktober 2026. Dari kejadian ini, perhatian tertuju pada kombinasi yang membuat api sulit dikendalikan: kertas menyala, atap alang-alang kering, dan tiupan angin yang membawa bara menjauh dari tempat semula.