Pasokan BBM India-China Dibidik, Impor Diatur Ulang

Pemerintah membidik India dan China sebagai sumber pasokan BBM jangka panjang sekaligus mengubah mekanisme pengadaan energi melalui BLU.

pasokan-bbm-india-china-dibidik-impor-diatur-ulang

Pemerintah mencari kontrak pasokan BBM jangka panjang dari India dan China untuk mengurangi ketergantungan pada Singapura. Bersamaan dengan upaya itu, mekanisme pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan akan mengunjungi sejumlah negara mulai Selasa, 27 Oktober 2026. Kunjungan tersebut ditujukan untuk memperoleh kepastian pasokan energi, sebagaimana dilaporkan 20detik dan Suara Landak.

Bahlil menyebut Presiden Prabowo Subianto menugaskannya mencari kontrak jangka panjang. Pemerintah ingin menentukan sumber impor dengan lebih leluasa, sekaligus mengurangi risiko pasokan terhambat ketika negara pemasok memilih pembeli lain.

BLU menjadi pintu pengadaan energi

Perpres 107 Tahun 2026 mengubah pembagian peran dalam pengadaan. Pemerintah menugaskan badan layanan umum (BLU) untuk mengurus pembelian komoditas energi. Pertamina kemudian membeli melalui mekanisme yang melibatkan BLU.

Skema yang disiapkan mencakup kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G), serta kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau government to business (G2B). Pemerintah dapat terlibat dalam kesepakatan dengan negara pemasok, bukan hanya mengandalkan transaksi bisnis ant perusahaan.

“Perpres 107 ini adalah sebagai babak baru dalam sistem pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG bagi negara kita,” kata Bahlil, seperti dikutip Suara Landak.

Menurut penjelasan Bahlil, mekanisme tender yang sebelumnya dijalankan Pertamina bisa memakan waktu. Kemenangan dalam tender dengan harga lebih rendah pun tidak selalu menjamin barang akan dikirim. Pemasok dapat mendahulukan negara lain yang menawarkan harga lebih tinggi.

Pengadaan terpusat melalui BLU diharapkan memberi pemerintah ruang untuk merancang kesepakatan pasokan lintas negara. Namun, aturan baru tidak sepenuhnya menutup kemungkinan Pertamina membeli langsung. Pengecualian dapat berlaku saat cadangan energi nasional sangat rendah atau ada gangguan geopolitik di kawasan pemasok. Dalam situasi itu, Pertamina tetap harus berkoordinasi dengan BLU.

India dan China masuk daftar pemasok

Upaya mencari pemasok baru berlangsung saat pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor BBM dari Singapura. Bahlil mengatakan Indonesia masih mendatangkan bensin RON 90 dari negara tetangga. Ia juga menyebut pemerintah telah mempertimbangkan risiko kebijakan energi sebelum mengurangi pasokan gas ke Singapura.

India dan China menjadi dua tujuan yang disebut secara khusus. Bahlil juga berencana mendatangi sejumlah negara lain, tetapi bahan yang tersedia tidak merinci negara-negara tersebut maupun volume pasokan yang akan dibahas. Pemerintah belum mengumumkan hasil negosiasi atau jadwal penandatanganan kontrak.

Gambaran impor energi Indonesia beragam. Bahlil menyebut Indonesia masih mengimpor minyak mentah, tetapi tidak lagi melakukan pengadaan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Sekitar 85 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi lewat impor dari Amerika Serikat.

Untuk produk BBM, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar. Impor masih mencakup bensin RON 90, serta sebagian kebutuhan bensin RON 92, RON 95, dan RON 98. Data tersebut memperlihatkan bahwa pencarian sumber baru tidak hanya berkaitan dengan satu jenis bahan bakar.

Cadangan disebut memenuhi batas minimum

Di tengah rencana perubahan pengadaan, Bahlil menyatakan cadangan BBM nasional masih berada dalam standar minimum yang ditetapkan pemerintah. Ia juga memastikan tidak ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Pernyataan itu disampaikan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat terkait perubahan sumber pasokan dan mekanisme impor.

Meski demikian, pemerintah belum menyampaikan rincian jumlah cadangan maupun berapa besar impor yang akan dialihkan dari Singapura. Kepastian pasokan akan bergantung pada hasil kunjungan dan kesepakatan yang dibangun dengan negara pemasok.

Langkah berikutnya adalah perjalanan Bahlil ke India, China, dan negara lain untuk mencari kontrak jangka panjang. Sementara itu, pengadaan energi melalui BLU akan mengikuti ketentuan Perpres 107 Tahun 2026, dengan Pertamina sebagai pembeli melalui mekanisme yang ditetapkan.

Duniafakta