9 Perusahaan Antre IPO, Tiga Beraset Jumbo

BEI mencatat sembilan perusahaan berada dalam pipeline IPO hingga 9 Oktober 2026. Tiga calon emiten memiliki aset di atas Rp250 miliar.

9-perusahaan-antre-ipo-tiga-beraset-jumbo

Sembilan perusahaan masuk dalam pipeline pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 9 Oktober 2026. Tiga di antaranya memiliki aset skala besar, yakni di atas Rp250 miliar, sementara enam perusahaan lain terbagi dalam kelompok aset kecil dan menengah.

Data tersebut tercantum dalam laporan BEI yang dikutip pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Angka pipeline ini memberikan gambaran perusahaan yang sedang mengantre untuk mencatatkan sahamnya di bursa, sekaligus menunjukkan variasi skala aset dan sektor usaha calon emiten.

Tiga calon emiten memiliki aset di atas Rp250 miliar

BEI mengelompokkan aset calon perusahaan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Dari sembilan perusahaan dalam pipeline, dua perusahaan masuk kategori aset skala kecil, yaitu di bawah Rp50 miliar.

Empat perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah, dengan nilai Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Adapun tiga calon emiten diklasifikasikan sebagai perusahaan dengan aset skala besar, yakni memiliki aset di atas Rp250 miliar.

Rincian tersebut menggambarkan komposisi pipeline berdasarkan ukuran aset, bukan nilai dana yang akan dihimpun melalui IPO. Laporan BEI yang tersedia tidak merinci identitas perusahaan, jumlah saham yang akan dilepas, target penghimpunan dana, ataupun jadwal pencatatan masing-masing calon emiten.

Karena itu, angka tiga perusahaan beraset jumbo belum dapat dibaca sebagai gambaran besarnya nilai IPO yang akan masuk ke pasar. Informasi yang tercatat sejauh ini terbatas pada jumlah perusahaan dalam antrean dan pembagian skala aset sesuai klasifikasi yang digunakan.

Healthcare mendominasi sektor dalam pipeline IPO

Dari sisi sektor, empat perusahaan dalam pipeline bergerak di bidang healthcare. Sektor energy menyumbang dua calon emiten, sedangkan basic materials, financials, dan Industrials masing-masing diwakili satu perusahaan.

Komposisi tersebut menempatkan healthcare sebagai kelompok dengan jumlah calon emiten terbanyak dalam antrean saat ini. Namun, data BEI tidak menyebut nama perusahaan atau bidang usaha lebih spesifik di dalam masing-masing sektor, sehingga belum ada rincian untuk mengidentifikasi kegiatan bisnis mereka.

Keberagaman sektor itu memperlihatkan bahwa pipeline IPO tidak hanya diisi satu jenis usaha. Meski demikian, jumlah calon emiten pada setiap sektor belum menunjukkan kapan perusahaan-perusahaan tersebut akan mulai diperdagangkan. Data yang disampaikan BEI merupakan catatan pipeline per 9 Oktober 2026.

Dalam laporan yang sama, BEI mencatat tujuh perusahaan baru telah mencatatkan saham di bursa sampai dengan tanggal tersebut. Ketujuh perusahaan itu menghimpun dana sebesar Rp2,16 triliun.

Tujuh perusahaan sudah mencatatkan saham

Jumlah tujuh perusahaan yang telah melantai di BEI berbeda dari sembilan perusahaan yang masih berada dalam pipeline. Dengan demikian, angka Rp2,16 triliun merujuk pada dana yang dihimpun oleh tujuh perusahaan yang sudah tercatat, bukan dana dari seluruh calon emiten yang masih mengantre.

Perbedaan status ini penting untuk membaca perkembangan pencatatan saham. Pipeline menunjukkan perusahaan yang berada dalam proses menuju pencatatan, sedangkan perusahaan yang sudah tercatat telah menyelesaikan tahap tersebut dan menghimpun dana melalui penawaran sahamnya.

BEI menyampaikan bahwa hingga 9 Oktober 2026 terdapat sembilan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Laporan itu belum memuat informasi mengenai kemungkinan perubahan jumlah antrean, kelanjutan proses setiap perusahaan, maupun waktu pelaksanaan IPO.

Dengan komposisi aset dan sektor yang beragam, perkembangan sembilan calon emiten tersebut akan menjadi perhatian berikutnya. Kepastian pencatatan dan informasi resmi dari masing-masing perusahaan akan memberi gambaran lebih utuh mengenai siapa yang benar-benar melantai di bursa serta besaran dana yang dihimpun.

Duniafakta