Josh Berlari Tuntaskan Tantangan 63K di JRF 2026

Josh Berlari menuntaskan half marathon dan full marathon di JRF 2026 dengan total jarak 63 kilometer. Ia mencatat waktu 1 jam 42 menit dan 3 jam 12 menit.

josh-berlari-tuntaskan-tantangan-63k-jrf-2026

Joshua Fothergill, pelari asal Inggris yang dikenal sebagai Josh Berlari, menuntaskan total jarak 63 kilometer dalam dua hari Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Ia lebih dulu menyelesaikan half marathon sejauh 21 kilometer, lalu kembali ke lintasan pada hari berikutnya untuk mengikuti full marathon 42 kilometer.

Josh mencatat waktu 1 jam 42 menit pada half marathon dan 3 jam 12 menit pada full marathon. Dengan demikian, ia menyelesaikan dua nomor terjauh dalam rangkaian yang diikutinya tanpa melewati batas waktu lomba maupun Cut Off Point (COP).

Di tengah perhatian terhadap peserta yang berusaha mengejar batas waktu, pilihan Josh mengambil dua kategori sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Total 63 kilometer itu bukan satu nomor lomba, melainkan akumulasi dari dua jarak yang ditempuhnya dalam dua hari berturut-turut.

Dua nomor dalam dua hari di JRF 2026

Hari pertama, Josh turun pada kategori half marathon dengan jarak 21 kilometer. Setelah menyelesaikan lomba itu dalam 1 jam 42 menit, ia kembali mengikuti JRF pada hari kedua, kali ini untuk menempuh full marathon sejauh 42 kilometer.

Catatan waktunya pada marathon adalah 3 jam 12 menit. Josh menyampaikan capaian tersebut setelah menuntaskan lomba. “Time 3 jam 12 menit hari ini, dan kemarin 1 jam 42,” ujarnya.

Rangkaian dua lomba tersebut membuatnya harus menghadapi jarak panjang pada dua hari yang berurutan. Ia tidak hanya menyelesaikan satu nomor, tetapi memilih melanjutkan tantangan dengan kembali berlari keesokan harinya. Hasilnya, kedua kategori yang diikutinya tuntas.

Dalam lomba lari, COP atau Cut Off Point merujuk pada titik batas yang harus dilewati peserta dalam waktu tertentu, sementara COT adalah Cut Off Time atau batas waktu penyelesaian. Josh menyelesaikan kedua nomor tanpa menerobos batas tersebut. Capaian itu menjadi bagian penting dari tantangan 63 kilometer yang ia jalani di festival lari Jakarta tersebut.

Persiapan terbatas sebelum berlomba

Keberhasilan menyelesaikan dua nomor itu datang ketika persiapan Josh untuk JRF kali ini tidak sebanyak biasanya. Ia mengaku hanya sempat berlatih dua kali sebelum mengikuti event, berbeda dari rutinitasnya yang lebih teratur.

Josh menjelaskan, waktu latihan yang terbatas berkaitan dengan liburan bersama keluarga di Eropa sebelum JRF. “Biasanya enam kali, tujuh hari, tujuh kali. Tapi untuk event ini dua kali aja karena kemarin aku di Eropa ada holiday sama keluarga,” tuturnya.

Pengakuan itu memberi gambaran tentang kondisi persiapannya, tetapi bukan berarti latihan dua kali menjadi pola yang ia sarankan untuk menghadapi lomba jarak jauh. Josh justru menyebut frekuensi latihannya biasanya jauh lebih rutin. Untuk JRF kali ini, jadwalnya berubah karena ia menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kembali mengikuti perlombaan.

Meski waktu latihan lebih singkat daripada kebiasaannya, Josh tetap mengambil dua kategori yang menuntutnya berlari sejauh 21 kilometer dan 42 kilometer pada hari berbeda. Ia pun menuntaskan keduanya dengan catatan waktu yang ia sampaikan. Fakta itulah yang membuat total jarak 63 kilometer di JRF 2026 menjadi kisah tersendiri di tengah sorotan terhadap batas waktu lomba.

Tantangan tak berhenti di garis finis pertama

Menuntaskan half marathon tidak mengakhiri partisipasi Josh di JRF. Ia kembali berhadapan dengan lintasan pada hari berikutnya untuk full marathon, sehingga pencapaian pertama harus disusul usaha berikutnya. Dua hasil waktunya memperlihatkan bahwa ia berhasil menyelesaikan kedua nomor yang dipilih.

JRF 2026 menghadirkan pengalaman lomba dengan sejumlah kategori jarak, dan Josh memilih dua di antaranya yang paling jauh dalam rangkaian ini. Keputusannya menempuh keduanya, ditambah persiapan yang ia akui lebih terbatas, membuat pencapaian 63 kilometer tersebut menonjol.

Bagi pelari yang mempertimbangkan tantangan serupa, kisah Josh juga mengingatkan bahwa jarak lomba, pemulihan, dan kesiapan latihan perlu diperhitungkan. Ia berhasil menuntaskan dua nomor di JRF, tetapi ia sendiri menegaskan bahwa latihan biasanya dilakukan lebih rutin. Pada akhirnya, garis finis bukan hanya soal mengejar waktu, melainkan juga tentang menyiapkan diri untuk jarak yang dipilih.

Duniafakta