Denico Food Denmark Bidik Anak Usaha SMLE

Denico Food Ingredients, perusahaan teknologi pangan asal Denmark, berencana mengakuisisi anak usaha SMLE, PT Sinar Aroma Sentosa. Nilai dan porsi saham transaksi belum diungkapkan.

denico-food-denmark-bidik-anak-usaha-smle

Perusahaan teknologi pangan asal Denmark, Denico Food Ingredients, berencana mengakuisisi PT Sinar Aroma Sentosa, anak usaha PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE). Sinar Aroma bergerak di bidang peracikan perisa, bumbu, dan ekstraksi aroma, sementara saat ini seluruh sahamnya dimiliki SMLE.

Rencana tersebut disampaikan SMLE melalui keterbukaan informasi Bursa bernomor 00102/P-DIR/SMLE/IX/2026 tentang penyelenggaraan public expose insidentil. Informasi itu dikutip dalam keterangan pers pada Rabu, 30 September 2026. Belum ada rincian mengenai nilai transaksi maupun porsi saham yang akan dialihkan kepada Denico.

Dengan demikian, rencana akuisisi ini belum dapat dibaca sebagai transaksi yang telah rampung. Perusahaan belum menyampaikan detail lebih lanjut mengenai jadwal penyelesaian maupun tahapan yang harus dilalui. Informasi yang tersedia baru menyebut adanya rencana pelepasan saham anak usaha kepada calon investor asal Denmark tersebut.

Profil Sinar Aroma dan Denico Food

Sinar Aroma menjalankan kegiatan usaha yang berkaitan dengan pengembangan aroma dan rasa untuk produk pangan. Peracikan perisa dan bumbu serta ekstraksi aroma menjadi bidang yang digeluti perusahaan tersebut. Namun, keterangan yang dipublikasikan belum merinci kapasitas produksi, daftar pelanggan, ataupun kontribusi Sinar Aroma terhadap kinerja keuangan SMLE.

Di sisi lain, Denico Food Ingredients dikenal sebagai perusahaan teknologi pangan dan produsen bahan tambahan pangan. Perusahaan Denmark itu telah beroperasi selama lebih dari seperempat abad di pasar global, khususnya dalam pengembangan formulasi serta pasokan bahan tambahan untuk industri makanan dan minuman.

Denico juga disebut menjaga stabilitas jangka panjang melalui kepatuhan terhadap standar mutu internasional. Perusahaan itu memiliki sertifikasi keamanan pangan IFS Food (International Featured Standards) serta persetujuan resmi dari Otoritas Kedokteran Hewan dan Makanan Denmark atau DVFA.

Dalam keterangan yang sama, Denico disebut mengoperasikan lini produk bersertifikat halal. Langkah tersebut ditujukan untuk memenuhi standar kepatuhan konsumen Muslim di berbagai pasar dunia. Informasi mengenai produk tertentu yang akan dikembangkan bersama Sinar Aroma belum diungkapkan.

Rencana akuisisi di tengah agenda SMLE

Masuknya Denico sebagai calon pembeli menempatkan Sinar Aroma dalam rencana perubahan kepemilikan. Selama ini, kepemilikan penuh oleh SMLE membuat anak usaha tersebut berada di dalam struktur grup. Apabila transaksi terlaksana, komposisi kepemilikannya akan berubah, tetapi besaran perubahan itu belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Rangkuman pemberitaan terkait juga menyebut SMLE tengah menyiapkan rights issue untuk memperkuat ekuitas dan mendukung ekspansi manufaktur. Namun, belum ada keterangan terperinci mengenai besaran penerbitan saham baru, waktu pelaksanaan, ataupun kaitan langsung antara aksi korporasi tersebut dan rencana penjualan Sinar Aroma.

Karena itu, dua agenda tersebut perlu dicermati sebagai informasi yang berbeda: rencana akuisisi anak usaha oleh Denico dan rencana rights issue SMLE. Keduanya sama-sama berpotensi berkaitan dengan arah pengembangan perusahaan, tetapi keterangan yang tersedia belum menjelaskan hubungan maupun penggunaan dana dari masing-masing agenda.

Menunggu rincian transaksi

Bagi pelaku pasar, informasi berikutnya yang penting antara lain nilai transaksi, porsi saham yang dilepas, jadwal penyelesaian, serta alasan strategis di balik perubahan kepemilikan. Rincian tersebut akan membantu menilai dampak rencana ini terhadap posisi SMLE dan kegiatan usaha Sinar Aroma.

Profil Denico di bidang formulasi dan bahan tambahan pangan memberi gambaran mengenai latar belakang calon pengakuisisi. Namun, belum ada penjelasan resmi tentang bentuk kerja sama operasional setelah transaksi, jika akuisisi benar-benar terealisasi. Perkembangan keterbukaan informasi SMLE akan menjadi rujukan untuk melihat arah rencana ini dan agenda bisnis perusahaan selanjutnya.

Duniafakta