Tender Offer DOOH Dipatok Rp148, Diskon 59,56 Persen

DOOH akan menawarkan tender wajib atas 2,62 miliar saham dengan harga Rp148 per saham. Angka itu terpaut Rp218 dari harga penutupan Rp366 pada 2 Oktober 2026.

tender-offer-dooh-rp148-diskon-59-persen

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) akan menggelar penawaran tender wajib dengan harga Rp148 per saham setelah PT Sinergi Internasional Investama (SII) masuk sebagai pengendali baru. Harga tersebut jauh di bawah harga penutupan saham DOOH pada Jumat, 2 Oktober 2026, yang berada di level Rp366 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu, 4 Oktober 2026, tender offer wajib itu mencakup 2,62 miliar saham. Dengan membandingkan harga penawaran dan harga penutupan di pasar, selisihnya mencapai Rp218 per saham. Harga tender tersebut setara dengan diskon sekitar 59,56 persen.

Harga tender offer DOOH dan selisihnya dari pasar

Perbedaan harga menjadi perhatian utama dalam rencana tender offer DOOH. Investor yang melihat angka Rp148 perlu membandingkannya dengan harga penutupan Rp366 pada perdagangan Jumat, bukan hanya mencermati jumlah saham yang menjadi sasaran penawaran.

Secara hitungan, Rp148 berada sekitar 40,44 persen dari harga penutupan tersebut. Dengan kata lain, penawaran itu lebih rendah Rp218 untuk setiap saham dibandingkan harga pasar pada tanggal acuan yang disebutkan. Angka diskon 59,56 persen menunjukkan besarnya selisih terhadap harga penutupan, bukan perubahan harga saham setelah pengumuman.

Jika seluruh 2,62 miliar saham dalam tender ditawarkan dan dibeli pada harga Rp148, nilai transaksinya secara hitungan mencapai sekitar Rp387,76 miliar. Angka tersebut merupakan perkalian jumlah saham dan harga penawaran; sumber yang tersedia tidak menjelaskan berapa banyak pemegang saham yang akan menerima atau menggunakan penawaran tersebut.

Karena itu, jumlah saham yang menjadi objek tender dan harga per saham perlu dibaca sebagai dua informasi berbeda. Jumlah 2,62 miliar menunjukkan cakupan penawaran, sementara Rp148 menjadi harga yang diajukan untuk setiap saham. Perbandingan dengan Rp366 memberi gambaran mengenai jarak harga, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan keputusan masing-masing pemegang saham.

Bagian dari rangkaian aksi korporasi DOOH

Tender offer wajib ini berlangsung setelah masuknya SII sebagai pengendali baru DOOH. Dalam keterbukaan informasi, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian aksi korporasi yang akan dilakukan perusahaan dalam beberapa waktu ke depan.

Informasi yang tersedia menempatkan tender sebagai salah satu agenda DOOH, bukan sebagai satu-satunya rencana perusahaan. Namun, rincian mengenai tahapan, jadwal pelaksanaan, maupun aksi korporasi lain tidak tercantum dalam keterangan yang menjadi dasar pemberitaan ini. Karena itu, hubungan antara tender dan agenda berikutnya belum dapat dijabarkan lebih jauh dari informasi yang disampaikan.

Ringkasan pemberitaan lain yang menyertai bahan ini mengaitkan rencana DOOH dengan rencana akuisisi saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) serta rights issue. Meski begitu, rincian tentang nilai, porsi saham, dan jadwal aksi-aksi tersebut tidak dijelaskan dalam materi utama mengenai tender offer ini. Pembaca perlu membedakan informasi ringkas itu dari angka tender yang sudah disebutkan secara spesifik.

Bagi pemegang saham, angka yang paling konkret saat ini adalah harga penawaran Rp148 dan cakupan 2,62 miliar saham. Untuk menilai implikasinya secara menyeluruh, perkembangan keterbukaan informasi berikutnya—termasuk detail pelaksanaan tender dan agenda korporasi DOOH—akan menjadi konteks penting. Selisih harga yang besar membuat rincian resmi tersebut layak dicermati sebelum investor mengambil keputusan.

Duniafakta