Krisis Ueno Seret Presiden Paraguay ke Penyelidikan
Krisis bank digital Ueno membuat jutaan nasabah Paraguay tak dapat mengakses rekening. Presiden Santiago Pena ikut diselidiki, sementara pemindahan rekening dan pembayaran kepada nasabah masih diupayakan.
Jutaan nasabah Ueno di Paraguay kehilangan akses sementara ke rekening mereka setelah bank digital itu masuk status resolusi. Krisis yang menghambat pencairan dana, termasuk tunjangan pensiunan, kini juga menyeret Presiden Santiago Pena ke penyelidikan kejaksaan, meski ia belum dipanggil untuk dimintai keterangan.
Bank sentral mengambil alih penanganan setelah menilai Ueno melanggar ketentuan batas minimum solvabilitas. Otoritas berupaya memindahkan rekening nasabah ke lembaga keuangan lain, sementara sebagian warga mendatangi kantor cabang untuk mencari cara mengakses simpanannya.
Dari fintech lokal menjadi bank dengan jutaan nasabah
Ueno mulai beroperasi pada 2021 sebagai lembaga pemberi pinjaman digital. Dalam beberapa tahun, perusahaan yang berawal dari fintech kecil itu berkembang menjadi bank menengah dan meraih sekitar tiga juta nasabah pada Juni, menurut laporan CNBC Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan hampir separuh populasi Paraguay yang diperkirakan mencapai 6,5 juta jiwa.
Ueno menyatakan mengelola dana publik senilai sekitar 850 juta dollar AS, atau sekitar Rp 15,38 triliun. Dana itu mencakup simpanan dari lembaga negara serta badan yang berhubungan dengan dana pensiun. Layanan yang mengutamakan aplikasi ponsel menarik warga yang sebelumnya kurang terlayani bank konvensional. Nasabah menggunakannya untuk pembayaran digital, tabungan, dan layanan keuangan lain.
Skala tersebut membuat gangguan di Ueno terasa langsung bagi masyarakat. Di antara nasabah yang belum bisa mengakses uangnya ada para pensiunan penerima tunjangan negara melalui bank itu. Ketika rekening tidak dapat digunakan, persoalannya bukan semata urusan layanan digital, tetapi juga akses terhadap dana yang dibutuhkan sehari-hari.
Dugaan kredit kepada perusahaan terafiliasi
Masalah Ueno berkaitan dengan dugaan pemberian pinjaman berlebih kepada perusahaan yang terhubung dengan Grupo Vazquez, konglomerasi bisnis yang dipimpin Miguel Vazquez Villasanti. CNBC Indonesia melaporkan, pengawasan terhadap bank meningkat dalam beberapa bulan terakhir sebelum bank sentral menetapkan pelanggaran terhadap ketentuan solvabilitas.
Ueno ditempatkan dalam status resolusi, yakni tahap penanganan sebelum likuidasi langsung. Bank sentral menyatakan sedang mengupayakan pemindahan rekening ke institusi keuangan lain. Proses tersebut sempat membebani sistem perbankan Paraguay dan memicu gangguan pada sejumlah aplikasi perbankan, meski otoritas menyatakan krisis itu terbatas pada Ueno dan tidak mencerminkan kelemahan seluruh sektor.
Di tengah penanganan tersebut, kejaksaan menyelidiki Pena. Presiden yang terpilih pada 2023 itu pernah memiliki saham di Grupo Vazquez, tetapi menyatakan telah menjual seluruh kepemilikannya pada Maret 2025. Ueno menyebut Pena tidak pernah menjadi pemegang saham atau investor langsung di bank tersebut.
Anggota parlemen oposisi menuding terdapat konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, dan upaya menutup-nutupi persoalan. Pena membantah adanya hubungan yang tidak patut dan menilai kontroversi itu sebagai persoalan regulasi yang kemudian berkembang menjadi konflik politik. Kejaksaan belum memanggilnya, tetapi pekan ini telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap delapan eksekutif Ueno.
Pengawasan regulator ikut dipertanyakan
Penanganan bank itu juga memicu sorotan terhadap otoritas pengawas. Carlos Carvallo, kepala bank sentral Paraguay, sebelumnya pernah memimpin Ueno. Ia mengundurkan diri dari jabatan di bank sentral pada Selasa, setelah lembaga tersebut menempatkan bank digital itu dalam status resolusi.
Bank sentral membantah adanya konflik kepentingan dan menyatakan Carvallo telah mengundurkan diri dari semua keputusan yang berkaitan dengan Ueno. Namun, rincian penyelidikan regulator yang muncul ke publik menambah tekanan terhadap lembaga tersebut. Pertanyaan mengenai kecukupan pengawasan menguat seiring pertumbuhan cepat bank dan besarnya dana publik yang dikelola.
Untuk merespons dampak pada nasabah, Pena menyetujui undang-undang yang ditujukan mempercepat pembayaran kepada warga terdampak. Langkah ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjamin simpanan dan melindungi dana publik. Namun, rekening nasabah masih belum dapat diakses, sementara pemindahan ke lembaga lain belum tuntas.
Pemberitaan mengenai nasib politik Pena juga menggunakan istilah berbeda. CNBC Indonesia menyebut ia mengundurkan diri pada Kamis waktu setempat, sedangkan judul laporan ANTARA menyebut dirinya dimakzulkan. Informasi yang tersedia belum merinci proses politik yang menghubungkan kedua keterangan tersebut. Yang sudah berjalan adalah penyelidikan kejaksaan atas kegagalan Ueno, sementara nasabah masih menunggu akses terhadap dana mereka dipulihkan.