Abdul El-Sayed dan Aber Kawas Catat Sejarah Politik AS
Abdul El-Sayed diproyeksikan menjadi Muslim pertama di Senat AS, sedangkan Aber Kawas mencetak sejarah di badan legislatif negara bagian New York.
Abdul El-Sayed diproyeksikan menjadi Muslim pertama yang terpilih ke Senat Amerika Serikat, sementara Aber Kawas mencatat sejarah sebagai perempuan berhijab keturunan Palestina-Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota legislatif negara bagian New York. Keduanya meraih kemenangan dalam pemilu sela AS, tetapi memperebutkan jabatan di tingkat pemerintahan yang berbeda.
Perbedaan itu penting: El-Sayed maju untuk kursi Senat federal dari Michigan, sedangkan Kawas terpilih ke badan legislatif negara bagian New York. Laporan detikNews, yang mengutip Anadolu Agency dan USA Today, menyebut kemenangan El-Sayed mengamankan kursi yang sebelumnya dipegang Partai Demokrat. Kursi itu kosong setelah Senator Gary Peters memutuskan pensiun.
Pemungutan suara berlangsung pada Selasa, 3 November 2026. Hasil yang dilaporkan media tersebut menempatkan dua politisi dengan latar belakang Muslim dan Palestina-Amerika dalam perhatian nasional, meski jalur dan isu kampanye mereka tidak sama.
Kampanye El-Sayed diwarnai isu agama dan ekonomi
El-Sayed, seorang dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat, lebih dulu melewati pemilihan pendahuluan Demokrat yang kompetitif sebelum berhadapan dengan Mike Rogers, mantan anggota DPR dari Partai Republik. Persaingan di Michigan berlangsung ketat. Kemenangan El-Sayed juga berarti Demokrat mempertahankan kursi tersebut.
Agama yang dianut El-Sayed menjadi salah satu pokok perdebatan selama kampanye. Presiden Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik berulang kali menyerangnya dengan menyinggung latar belakang itu. El-Sayed membantah tuduhan yang menghubungkannya dengan ekstremisme.
Ia berkampanye di negara bagian yang pada pemilihan presiden 2024 dimenangi Trump dengan selisih tipis. Isu ekonomi dan layanan kesehatan juga menjadi bagian utama pesan politiknya. Slogan yang ia bawa menggabungkan tuntutan untuk membatasi pengaruh uang dalam politik, memperbesar pendapatan warga, dan menyediakan layanan kesehatan bagi semua.
Dalam kampanye, El-Sayed turut mengkritik Rogers karena membela kebijakan tarif pemerintahan Trump. Ia mengaitkan perang dagang dengan Kanada, mitra ekspor terbesar Michigan, serta menuduh lawannya mendukung perang AS melawan Iran. Menurut El-Sayed, konflik itu ikut mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Setelah hasil pemungutan suara mengarah pada kemenangan, El-Sayed berbicara kepada para pendukungnya di Michigan. Ia menyampaikan terima kasih dan menyatakan akan membawa keteguhan, keterbukaan, serta kepedulian yang ditunjukkan para pemilih ke Senat. Ia juga mengejek Rogers dan menyinggung bahwa Wakil Presiden JD Vance nantinya harus memimpin pengambilan sumpah senator baru.
“Donald, dengar, saya tahu Anda kesulitan menyebut nama saya. Jadi, setelah JD melantik saya pada bulan Januari nanti, Anda bisa langsung memanggil saya ‘Senator’,” ujar El-Sayed, seperti dikutip detikNews.
Ucapan itu merujuk pada kebiasaan Trump yang, menurut laporan tersebut, sengaja memperlihatkan kesulitan melafalkan nama El-Sayed selama kampanye. Senat baru dijadwalkan mulai bersidang pada Januari, saat El-Sayed akan mulai menjalankan jabatan jika hasil pemilihan disahkan.
Kawas menang di tingkat negara bagian New York
Nama Aber Kawas juga mencuat setelah pemilu. Menurut laporan New York Times dan Middle East Eye yang dikutip detikNews, ia memperoleh 75 persen suara ketika penghitungan telah mencapai 90 persen. Kawas berusia 34 tahun dan menjadi perempuan berhijab keturunan Palestina-Amerika pertama yang terpilih ke badan legislatif negara bagian New York.
Kemenangan itu menambah jumlah warga Palestina-Amerika yang pernah terpilih di tingkat negara bagian di AS. Namun, jabatan Kawas bukan kursi Senat federal. Pembedaan ini penting karena kabar tentang dirinya dan El-Sayed beredar bersamaan sebagai bagian dari hasil pemilu sela, sementara keduanya akan bertugas pada lembaga yang berbeda.
Dalam kampanyenya, Kawas memakai slogan yang menghubungkan pendanaan layanan publik dengan penolakan terhadap kehancuran. Gagasan tentang martabat, sebagaimana dipaparkan dalam laporan, mencakup layanan kesehatan untuk semua, angkutan umum yang cepat dan andal, serta hunian dengan harga terjangkau.
Sisi lain slogannya merujuk pada upaya mengatasi perubahan iklim, melindungi imigran, dan menolak pendanaan untuk perang. Kawas merupakan anggota Democratic Socialists of America, organisasi yang juga menaungi Zohran Mamdani, yang disebut telah memenangkan pemilihan penting di New York City pada tahun sebelumnya.
Usai kemenangan, Kawas menyampaikan pesan singkat melalui akun X dan menyebut hasil itu sebagai pencatatan sejarah. Adapun sorotan berikutnya bagi El-Sayed adalah awal masa kerja Senat pada Januari. Laporan mengenai Kawas memastikan kemenangan di tingkat negara bagian, tetapi tidak merinci tahapan lanjutan setelah pemilihan.