Mobil Cinta Jember Antar Pasien Sembuh Pulang Gratis

Pemkab Jember meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu yang telah sembuh dari rumah sakit ke rumah secara gratis. Sebanyak 31 dari 38 armada disiapkan untuk tahap awal.

mobil-cinta-jember-antar-pasien-sembuh-pulang-gratis

Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan Mobil Cinta, layanan antar pulang gratis bagi pasien kurang mampu yang telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit. Program ini diperkenalkan Bupati Jember Muhammad Fawait di halaman RSD Balung, Kamis (8/10/2026), bertepatan dengan peringatan dua tahun Universal Health Coverage (UHC) di daerah tersebut.

Mobil Cinta dirancang menjawab kebutuhan yang kerap muncul setelah pasien dinyatakan sembuh: bagaimana mereka bisa pulang jika tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan. Pemerintah daerah menyiapkan 38 armada untuk layanan ini. Sebanyak 31 unit telah tersedia dan siap beroperasi, sedangkan tujuh lainnya akan menyusul.

Mobil Cinta menjawab biaya perjalanan pulang pasien

Dalam peluncuran tersebut, Fawait bersama rombongan terlihat mendorong kursi roda seorang pasien yang telah dinyatakan sehat menuju kendaraan. Pasien itu kemudian diantar pulang tanpa dipungut biaya. Momen tersebut menggambarkan sasaran utama layanan: membantu warga kurang mampu menuntaskan perjalanan pengobatan hingga kembali ke rumah.

Fawait mengatakan, program ini berangkat dari evaluasi terhadap pelaksanaan layanan kesehatan gratis melalui UHC yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Menurut dia, warga tidak mampu memang dapat memperoleh perawatan di rumah sakit, tetapi sebagian masih menanggung persoalan biaya setelah pengobatan selesai.

“Warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, tetapi pulangnya masih punya tanggungan. Kadang mereka harus menyewa mobil, sementara mereka tidak punya biaya,” kata Fawait.

Ia menyebut Mobil Cinta sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki pelayanan dasar dan membela warga kecil, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Bagi pasien yang baru pulih, bantuan transportasi ini diharapkan mengurangi beban yang belum tercakup dalam layanan pengobatan.

Layanan berbeda dari ambulans, tahap awal di tiga RSUD

Pada tahap awal, Mobil Cinta ditujukan bagi pasien kurang mampu yang dirawat di tiga rumah sakit pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Jember akan mengevaluasi pelaksanaannya sebelum mempertimbangkan perluasan ke fasilitas kesehatan lain. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jadwal atau mekanisme pemesanan layanan.

Fawait membedakan fungsi Mobil Cinta dari ambulans. Ambulans digunakan untuk menjemput orang sakit, sedangkan kendaraan baru ini mengantar pasien yang telah selesai dirawat dan dinyatakan sehat. Ia mengatakan, sebagian warga mungkin merasa kurang nyaman jika kepulangan mereka setelah sembuh menggunakan ambulans karena dapat membuat keluarga atau tetangga terkejut.

Perbedaan fungsi itu membuat Mobil Cinta menjadi layanan pendamping, bukan pengganti ambulans. Pemerintah daerah berupaya memastikan pasien dapat pulang dengan cara yang sesuai dengan kondisi mereka setelah menjalani perawatan. Pelaksanaannya tetap akan ditinjau, terutama karena program masih berada pada tahap awal.

BPJS Kesehatan sebut program sebagai layanan tambahan

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto mengapresiasi peluncuran Mobil Cinta. Ia menyebut program tersebut sebagai hasil kolaborasi pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan, sekaligus menegaskan bahwa layanan antar pulang itu bukan bagian dari manfaat yang sama dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melainkan layanan tambahan.

Akmal juga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025, yang memungkinkan anggaran daerah digunakan untuk mendukung pelayanan tambahan bagi peserta JKN. Ia berharap inisiatif Jember dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan yang berpihak kepada masyarakat.

Fawait mengakui Mobil Cinta masih membutuhkan penyempurnaan dan membuka ruang bagi kritik maupun masukan. Warga dapat menyampaikan saran melalui kanal Wadul Gus’e atau secara langsung. Masukan tersebut akan menjadi bagian penting dalam evaluasi, seiring kesiapan armada bertambah dan cakupan layanan ditinjau kembali.

Peluncuran ini memperluas perhatian program kesehatan Jember dari akses pengobatan menuju kebutuhan pasien setelah dinyatakan sembuh. Ke depan, keberhasilan Mobil Cinta akan bergantung pada pelaksanaan layanan dan kemampuan pemerintah daerah menyesuaikannya dengan kebutuhan warga yang dituju.

Duniafakta