Robert Tanoko Tambah 1,79 Juta Saham AVIA
Direktur AVIA Robert Christian Tanoko membeli 1.797.300 saham pada harga Rp330 per lembar. Transaksi senilai sekitar Rp593,11 juta itu dilakukan untuk tujuan investasi.
Direktur PT Avia Avian Tbk (AVIA), Robert Christian Tanoko, membeli 1.797.300 saham perusahaan cat itu pada 2 Oktober 2026. Dengan harga Rp330 per saham, transaksi tersebut bernilai sekitar Rp593,11 juta dan menurut keterbukaan informasi dilakukan untuk tujuan investasi.
Pembelian itu menambah kepemilikan Robert di AVIA menjadi 1.430.703.600 saham. Informasi transaksi disampaikan melalui keterbukaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pada hari pengumuman, saham AVIA tercatat turun 1,16 persen ke Rp340 per saham pada pukul 15.01 WIB.
Rincian pembelian saham AVIA oleh Robert Tanoko
Dalam keterbukaan informasi, Robert tercatat membeli saham biasa AVIA sebanyak 1.797.300 lembar dengan harga transaksi Rp330 per lembar. Jika dikalikan, nilai pembelian itu mencapai Rp593.109.000, atau sekitar Rp593,11 juta sebagaimana dilaporkan.
Dokumen tersebut menyebut tujuan transaksi adalah investasi. Keterangan itu menjadi alasan resmi yang disampaikan untuk pembelian saham, tanpa uraian lebih jauh mengenai pertimbangan Robert memilih jumlah saham tersebut ataupun waktu transaksi.
Transaksi berlangsung pada 2 Oktober, sedangkan informasi mengenai perubahan kepemilikan dipublikasikan lima hari kemudian. Dengan demikian, harga Rp330 merupakan harga pembelian dalam transaksi yang dilaporkan, bukan harga saham AVIA pada saat keterbukaan itu diumumkan.
Pada 7 Oktober pukul 15.01 WIB, saham AVIA berada di level Rp340 setelah melemah 1,16 persen. Perbedaan harga tersebut merujuk pada waktu yang berbeda. Angka itu tidak dengan sendirinya menunjukkan hasil akhir investasi Robert karena sumber tidak menyebutkan seluruh pertimbangan transaksi maupun perubahan harga setelah waktu pencatatan tersebut.
Kepemilikan AVIA meningkat setelah transaksi
Sebelum membeli saham, Robert memiliki 1.428.906.300 saham AVIA. Jumlah itu setara dengan hak suara sebesar 2,30 persen dari total saham perseroan, menurut data yang tercantum dalam keterbukaan informasi.
Setelah transaksi, kepemilikannya bertambah menjadi 1.430.703.600 saham. Selisih jumlah sebelum dan sesudah pembelian sama dengan 1.797.300 saham yang dibeli pada 2 Oktober. Porsi hak suara Robert disebut meningkat tipis, tetapi keterbukaan yang dirujuk tidak mencantumkan angka persentase terbaru secara terperinci.
Perubahan ini menunjukkan penambahan langsung pada jumlah saham yang dimiliki Robert. Namun, besarnya pembelian perlu dibaca dalam konteks kepemilikan awalnya yang telah mencapai lebih dari 1,4 miliar saham. Keterangan yang tersedia hanya memuat jumlah saham, harga transaksi, nilai pembelian, dan tujuan investasi.
Robert merupakan anak Hermanto Tanoko. Dalam laporan mengenai transaksi tersebut, ia disebut sebagai direktur AVIA. Informasi itu menjelaskan hubungan Robert dengan perusahaan, sementara keterbukaan BEI menjadi rujukan untuk rincian transaksi dan perubahan kepemilikannya.
Harga saham AVIA dan nilai pasar perusahaan
Di tengah pengumuman transaksi, saham AVIA turun 1,16 persen ke Rp340 per saham pada pukul 15.01 WIB. Kapitalisasi pasar perusahaan saat itu tercatat sebesar Rp21,06 triliun.
Data harga tersebut memberi gambaran posisi saham pada waktu pencatatan yang disebutkan, tetapi tidak menjelaskan penyebab pergerakannya. Informasi yang tersedia juga tidak mengaitkan penurunan harga pada hari itu dengan pembelian saham oleh Robert. Karena itu, keduanya sebaiknya dipahami sebagai keterangan yang berbeda: satu mengenai transaksi pada 2 Oktober, satu lagi mengenai harga saham pada 7 Oktober.
Harga pembelian Rp330 dan harga pasar Rp340 yang tercatat beberapa hari kemudian juga tidak cukup untuk menyimpulkan keuntungan yang telah direalisasikan. Sumber tidak menyebut bahwa saham hasil transaksi dijual kembali. Pembelian yang dilaporkan merupakan penambahan kepemilikan, sementara keterangan tujuan investasi berasal dari dokumen keterbukaan.
Alasan yang disampaikan: investasi
Penjelasan resmi mengenai tujuan pembelian saham AVIA adalah investasi. Tidak ada rincian tambahan dalam informasi yang dikutip mengenai strategi investasi, jangka waktu kepemilikan, atau pandangan Robert terhadap prospek perusahaan.
Karena itu, transaksi ini memberi informasi terukur mengenai bertambahnya kepemilikan salah satu direktur AVIA, tetapi bukan dasar tunggal untuk menilai arah saham. Investor dapat mencermati keterbukaan berikutnya, termasuk jika ada perubahan kepemilikan baru atau informasi perusahaan lain yang diumumkan secara resmi.
Untuk saat ini, angka utamanya jelas: Robert membeli 1,79 juta saham pada harga Rp330 per lembar dengan nilai sekitar Rp593,11 juta. Kepemilikannya kemudian tercatat naik menjadi 1,43 miliar saham, sementara saham AVIA berada di Rp340 pada pencatatan 7 Oktober pukul 15.01 WIB.