Wabup Nagekeo Gonzalo Meninggal Usai Tinjau Jalan

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada meninggal setelah tak sadarkan diri dalam perjalanan pulang dari pemantauan perbaikan jalan desa.

wabup-nagekeo-gonzalo-meninggal-usai-tinjau-jalan

Wakil Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, setelah sempat memantau perbaikan jalan rusak di Desa Rendu Tutubhada. Ia tak sadarkan diri dalam perjalanan pulang dan kemudian dibawa ke RSUD Aeramo.

Sebelum kondisinya memburuk, Gonzalo melihat langsung pekerjaan perbaikan pada ruas jalan Aemali-Danga, Kecamatan Aesesa. Perbaikan dilakukan masyarakat dengan menggunakan rabat, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Remigius Jago.

Gonzalo sempat mendapat penanganan di puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Ia tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Aeramo sekitar pukul 19.32 Wita dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Kronologi kondisi Gonzalo memburuk

Remigius mengatakan Gonzalo kehilangan kesadaran saat berada di dalam mobil dalam perjalanan kembali setelah memantau perbaikan jalan. Sopir yang mengantarnya kemudian membawa Gonzalo ke Puskesmas Kota, sebelum ia dirujuk ke RSUD Aeramo.

“Beliau tidak sadar saat dalam mobil ketika mau pulang kembali sehingga sopir pacu mobil langsung Puskesmas Kota dan lanjut ke RS,” ujar Remigius.

Tim medis RSUD Aeramo berupaya memberikan pertolongan. Direktur rumah sakit, Chandrawati Saragih, mengatakan Gonzalo ditangani dokter spesialis anestesi dan spesialis penyakit dalam di IGD.

Namun, setelah sekitar setengah jam mendapat perawatan, Gonzalo dinyatakan meninggal dunia. Chandrawati menyebut dokter menetapkan waktu kematian pada pukul 20.10 Wita.

“Berusaha diupayakan yang terbaik supaya bisa tertolong, ternyata jam 20.10 Wita dinyatakan meninggal,” kata Chandrawati.

Keterangan mengenai penyebab meninggal

Penjabat Sekretaris Daerah Nagekeo, Imanuel Ndun, menyebut Gonzalo meninggal karena serangan jantung. Keterangan itu disampaikan setelah sang wakil bupati dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar.

Sebelumnya, Chandrawati menyatakan penyebab pasti kondisi kritis Gonzalo belum diketahui. Ia menduga Gonzalo mengalami serangan jantung, tetapi mengatakan perlu memastikan informasi tersebut kepada dokter yang menangani.

Dengan demikian, keterangan dari Sekda mengarah pada serangan jantung, sementara penjelasan awal pihak rumah sakit menyebutnya sebagai dugaan. Informasi yang tersedia tidak memuat rincian lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan medis.

Gonzalo menjabat sejak 2025

Gonzalo terpilih sebagai Wakil Bupati Nagekeo dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024. Ia berpasangan dengan Simplisius Donatus, yang terpilih sebagai bupati.

Pasangan tersebut dilantik pada 20 Februari 2025 untuk memimpin Nagekeo pada masa jabatan 2025-2030. Kepergian Gonzalo terjadi saat ia sedang meninjau perbaikan jalan di wilayah kabupaten yang dipimpinnya bersama Simplisius.

Rangkaian peristiwa itu menempatkan kegiatan pemantauan jalan sebagai tugas terakhir Gonzalo yang tercatat dalam keterangan para pejabat setempat. Setelah kehilangan kesadaran dalam perjalanan pulang, upaya membawa dan merawatnya di fasilitas kesehatan tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Keterangan lanjutan dari pemerintah daerah maupun rumah sakit dapat memberi kejelasan lebih lengkap mengenai kondisi medis Gonzalo. Sementara itu, kronologi yang disampaikan pejabat setempat menunjukkan bahwa ia sempat menjalankan tugas lapangan sebelum dilarikan ke rumah sakit pada malam tersebut.

Duniafakta