Tikus Purba Thailand Berbobot 30 Kg Terungkap dari Gigi

Dua fosil gigi dari tambang batu bara Krabi mengungkap spesies pengerat purba Thailand yang diperkirakan berbobot 30 kilogram. Rupa dan perilakunya masih belum diketahui.

tikus-purba-thailand-30-kg-terungkap-dari-gigi

Dua fosil gigi yang ditemukan di tambang batu bara di Provinsi Krabi mengungkap keberadaan hewan pengerat purba berbobot sekitar 30 kilogram. Tikus purba Thailand itu diperkirakan hidup 33 juta hingga 35 juta tahun silam, jauh sebelum kelompok hewan pengerat modern berkembang.

Temuan tersebut mengidentifikasi spesies yang diberi nama Yakamys sirindhornae. Hewan ini termasuk famili Ischyromyidae, kelompok pengerat awal yang kini telah punah. Para peneliti menempatkannya di antara hewan pengerat terbesar yang diketahui hidup pada periode Paleogen.

Ukuran tubuhnya diperkirakan dari sepasang gigi, bukan dari kerangka utuh. Karena itu, gambaran tentang rupa, makanan, dan kebiasaan hidupnya masih belum dapat dipastikan. CNN Indonesia melaporkan, hasil penelitian para ilmuwan Thailand, Prancis, dan Kanada tersebut diterbitkan di jurnal Scientific Reports pada 4 November 2026.

Ditemukan di tambang batu bara Krabi pada 2004

Fosil berupa gigi geraham dan gigi seri itu ditemukan pada 2004. Pannipa Tian, ahli geologi yang menjumpainya, awalnya tidak menyangka benda tersebut merupakan gigi hewan pengerat. Ukurannya yang besar membuat fosil itu sekilas tampak seperti tulang.

“Awalnya, saya kira itu tulang. Saya menunjukkannya kepada atasan saya, yang mengatakan itu adalah gigi tikus raksasa,” ujar Pannipa kepada AFP.

Fosil berwarna krem tersebut terlihat kontras di antara endapan batu bara yang gelap. Meski temuan itu sudah tersimpan sejak awal 2000-an, bukti dan teknologi yang tersedia saat itu belum cukup untuk memastikan jenis hewan yang memilikinya. Identifikasi baru dilakukan setelah gigi tersebut ditelaah kembali secara terperinci, lebih dari dua dekade kemudian.

Cekungan Krabi bukan lokasi yang asing bagi penelitian fosil. Wilayah itu sebelumnya menghasilkan temuan primata purba, karnivora, serta mamalia berkuku. Namun, fosil gigi yang kini dikaitkan dengan Yakamys sirindhornae memberi petunjuk berbeda tentang keragaman mamalia yang pernah hidup di kawasan tersebut.

Perkiraan bobot berasal dari perbandingan gigi

Para peneliti memperkirakan bobot hewan tersebut mencapai sekitar 30 kilogram. Angka itu membuatnya jauh lebih besar dibandingkan banyak hewan pengerat yang dikenal saat ini. Sebagai pembanding, perkiraan tersebut disebut sekitar setengah bobot kapibara besar, yang merupakan hewan pengerat terbesar yang masih hidup.

Ukuran gigi memberi dasar bagi perkiraan tersebut, tetapi tidak cukup untuk menggambarkan tubuh secara lengkap. Peneliti belum memiliki fosil bagian tubuh lain yang dapat memperlihatkan proporsi hewan itu. Dua gigi yang ditemukan juga belum menjawab apakah hewan tersebut hidup dengan cara tertentu atau mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Batas informasi itu penting dalam membaca temuan ini. Bobot 30 kilogram merupakan taksiran, bukan hasil pengukuran terhadap kerangka utuh. Sampai bukti fosil tambahan ditemukan, peneliti belum bisa menyimpulkan seperti apa bentuk tubuh atau perilaku Yakamys sirindhornae.

Meski demikian, gigi yang tersedia cukup untuk membantu mengenali spesies dan menghubungkannya dengan Ischyromyidae. Famili itu merupakan salah satu kelompok utama pengerat yang muncul pada masa awal evolusi kelompok tersebut. Temuan dari Thailand selatan ini pun menambah data tentang variasi ukuran hewan pengerat pada masa Paleogen.

Nama spesies menghormati Putri Sirindhorn

Nama Yakamys sirindhornae dipilih untuk menghormati Putri Sirindhorn dari Thailand. Ia dikenal menyukai penelitian ilmiah dan paleontologi. Pemberian nama itu menandai identifikasi spesies yang sebelumnya hanya diketahui dari dua fosil gigi.

Penelitian tersebut belum mengungkap seluruh cerita tentang hewan ini. Kerangka atau temuan fosil lain akan dibutuhkan untuk memperjelas ciri fisik, pola makan, dan perilakunya. Untuk saat ini, gigi dari tambang Krabi menjadi bukti utama bahwa pengerat berukuran besar pernah hidup di wilayah Thailand puluhan juta tahun lalu.

Duniafakta