Cristiano Ronaldo Pensiun, Portugal Siapkan Perpisahan
Cristiano Ronaldo mengakhiri karier bersama timnas Portugal setelah lebih dari dua dekade. FPF berencana menggelar penghormatan, meski penutupannya diwarnai skors.
Keputusan Cristiano Ronaldo mengakhiri karier bersama tim nasional Portugal menutup perjalanan lebih dari dua dekade yang membawanya dari pemain muda di Euro 2004 menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional. Namun, pensiun itu datang dengan akhir yang tidak sepenuhnya mulus: ia masih menjalani skors dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) setelah meninggalkan tim sebelum laga Nations League melawan Denmark.
Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis. Dalam unggahan Instagram, ia menyebut perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 telah berakhir. FPF merespons dengan menyatakan akan menyiapkan penghormatan bagi pemain yang menjadi wajah utama tim nasional selama bertahun-tahun.
Seperti diberitakan Goal.com, federasi Portugal tidak ingin catatan Ronaldo bersama negaranya ditutup oleh persoalan disiplin. CNN Indonesia dan ANTARA juga melaporkan bahwa Portugal merencanakan penghormatan khusus untuk sang kapten, meski rincian acara maupun waktu pelaksanaannya belum diumumkan dalam informasi yang tersedia.
Dari final Euro 2004 ke gelar pertama Portugal
Ronaldo baru berusia 19 tahun saat tampil di Euro 2004. Portugal melaju hingga final, dan ia masuk dalam tim terbaik turnamen. Hasil itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang membawanya melewati beberapa generasi pemain, termasuk Luis Figo dan Rui Costa yang masih berada di skuad ketika Ronaldo memulai karier internasional.
Pengaruhnya cepat terasa. Dua tahun setelah Euro 2004, Portugal mencapai semifinal Piala Dunia 2006 di Jerman. Sebelum era Ronaldo, pencapaian tertinggi negara itu di turnamen besar adalah peringkat ketiga Piala Dunia 1966, saat Eusebio menjadi pemain kunci. Ronaldo kemudian ikut mengantar Portugal meraih trofi besar pertamanya, yakni gelar Euro 2016.
Portugal bukan tim yang tampil dominan sepanjang turnamen di Prancis. Mereka lolos dari fase grup melalui jalur peringkat ketiga, dalam format yang memberi kesempatan kepada sejumlah tim di posisi tersebut. Tetapi perjalanan itu berakhir dengan gelar. Bagi Ronaldo, kemenangan tersebut punya arti khusus karena ia akhirnya mengangkat trofi yang lama dinantikan negaranya.
Ia mengalami cedera pada final Euro 2016 dan tak bisa terus bermain. Meski begitu, keberhasilannya mengantar Portugal sampai ke pertandingan penentu tetap menjadi bagian penting dari kiprahnya. Gelar itu juga memberi jawaban atas kritik bahwa kontribusi Ronaldo di panggung internasional belum sebanding dengan reputasinya di level klub.
Rekor Euro tak menghapus kritik di Piala Dunia
Catatan Ronaldo di Kejuaraan Eropa sulit ditandingi. Ia memegang rekor gol terbanyak di putaran final Euro dengan 14 gol, serta menjadi pemain dengan assist terbanyak, yakni tujuh. Angka itu terakumulasi dalam penampilan di berbagai edisi, termasuk Euro 2024, turnamen terakhirnya di ajang tersebut yang dinilai Goal.com sebagai penampilan buruk.
Di Piala Dunia, kisahnya lebih berlapis. Ronaldo menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam enam edisi berbeda. Ia juga pernah membuat hat-trick melawan Swedia pada babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2014 dan mencetak tiga gol ke gawang Spanyol di Rusia pada 2018.
Namun, rekor itu tidak otomatis berarti ia menentukan hasil di fase akhir turnamen. Menurut catatan yang diulas Goal.com, Ronaldo hanya mencetak satu gol pada babak gugur Piala Dunia, dari titik penalti saat menghadapi Kroasia. Kontras antara statistik panjang dan dampak yang diperdebatkan itulah yang membuat penilaian atas karier internasionalnya tidak sesederhana deretan angka.
Di luar turnamen besar, reputasinya dibangun oleh konsistensi dan dorongan untuk terus menang. Rui Costa, yang pernah bermain bersamanya, pernah menyebut Ronaldo sebagai pemain yang sangat lapar akan keberhasilan. Bakatnya terlihat sejak muda, tetapi ambisi untuk mencapai standar tertinggi menjadi ciri yang terus melekat sepanjang kariernya.
FPF ingin akhir karier yang lebih layak
Pengumuman pensiun datang ketika Ronaldo masih menjalani skors 30 hari dari FPF. Hukuman itu berkaitan dengan kepergiannya dari tim nasional sebelum pertandingan melawan Denmark di Kopenhagen pada Oktober. Goal.com mengaitkan peristiwa tersebut dengan perselisihan antara Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus.
Situasi itu membuat penutupan kariernya terasa janggal bagi pemain dengan jumlah penampilan dan gol internasional terbanyak. FPF menyampaikan bahwa mereka ingin menggelar penghormatan yang melibatkan federasi, para penggemar, dan masyarakat Portugal.
“Kami sangat bertekad untuk menyelenggarakan, merencanakan, berpartisipasi, dan berperan aktif dalam sebuah penghormatan yang layak bagi karier luar biasa Cristiano Ronaldo. Melalui acara itu, para penggemar dan seluruh negeri dapat kembali memberikan tepuk tangan dan merayakan pemain yang telah memberikan begitu banyak kepada kami,” kata FPF.
Ronaldo menutup karier internasional dengan warisan yang memuat dua sisi: ia membantu Portugal mencapai final Euro saat masih remaja dan menjadi bagian dari tim yang meraih gelar besar pertama, tetapi masa akhirnya disertai kontroversi. Langkah berikutnya kini berada pada FPF, yang telah menyatakan niat memberi penghormatan, sementara jadwal dan bentuk perpisahan resmi belum dipastikan.