Penjualan Mobil September: Toyota Teratas, BYD Ketiga

Toyota memimpin penjualan mobil Indonesia pada September 2026, disusul Daihatsu dan BYD. Pasar tumbuh tahunan meski penjualan turun tipis dibanding Agustus.

penjualan-mobil-september-toyota-teratas-byd-ketiga

Toyota memimpin penjualan mobil di Indonesia pada September 2026 dengan lebih dari 20 ribu unit terjual. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan sekitar 11 ribu unit, sementara BYD menempati peringkat ketiga setelah membukukan penjualan sekitar 6 ribu unit.

Posisi BYD menjadi sorotan di tengah persaingan merek otomotif yang semakin ramai. Produsen asal China itu berada di atas Suzuki, yang mencatat penjualan sekitar 5.300 unit, serta Jaecoo yang menjual sekitar 3.400 unit. Honda pun menghadapi jarak yang tipis dari Jaecoo, dengan selisih penjualan hanya 66 unit menurut laporan sumber.

Toyota dan Daihatsu masih unggul di pasar mobil

Catatan September memperlihatkan jarak yang cukup lebar antara dua merek teratas dan para pesaingnya. Toyota menjadi satu-satunya merek dengan penjualan bulanan di atas 20 ribu unit, sedangkan Daihatsu berada di kisaran 11 ribu unit. Merek lain dalam daftar mencatat penjualan di bawah 10 ribu unit.

Keunggulan Toyota ditopang oleh beragam lini produk yang ditawarkan di pasar. Perusahaan tersebut memiliki pilihan kendaraan dari berbagai segmen, termasuk mobil bensin dan hybrid, serta model SUV, MPV, pikap, hingga sedan. Ragam produk itu memberi Toyota pijakan kuat saat kompetisi di pasar semakin ketat.

Daihatsu juga mempertahankan posisi kedua. Hasil sekitar 11 ribu unit membuatnya menjadi satu dari hanya dua merek yang melewati angka 10 ribu unit pada bulan tersebut. Di bawah keduanya, persaingan antarmerek berlangsung lebih rapat, dengan BYD berada di peringkat ketiga dan Suzuki di posisi keempat.

BYD mengandalkan model rakitan lokal

Penjualan sekitar 6 ribu unit menempatkan BYD di atas sejumlah merek yang selama ini lebih dulu hadir di pasar. Hasil itu disebut ditopang oleh tiga model yang dirakit di Indonesia, yakni Atto 1, M6 EV, dan M6 DM. Ketiganya menjadi tulang punggung penjualan BYD dalam beberapa bulan terakhir.

Pencapaian bulanan tersebut datang setelah penjualan BYD sempat terganggu pada Mei akibat proses peralihan ke produksi lokal. Angka penjualan model terlarisnya, Atto 1, saat itu tercatat kurang dari 30 unit. Namun, penjualan kembali pulih pada bulan berikutnya. Dalam data kumulatif Januari-September 2026, BYD membukukan 43.727 unit dan masuk lima besar merek terlaris.

Suzuki berada di belakang BYD dengan penjualan sekitar 5.300 unit pada September. Secara kumulatif hingga September, Suzuki tercatat menjual 53.224 unit. Jaecoo juga menarik perhatian setelah membukukan sekitar 3.400 unit pada bulan yang sama. Sepanjang Januari-September, merek tersebut mencatat penjualan 27.234 unit, sebagian besar disumbang J5 EV.

Pasar tumbuh tahunan, tetapi melemah dibanding Agustus

Di tengah persaingan merek, pasar mobil Indonesia menunjukkan pergerakan yang berbeda jika dilihat dari rentang waktunya. Sepanjang Januari-September 2026, penjualan wholesales tercatat 679 ribu unit, naik 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan retail mencapai 676 ribu unit, tumbuh 15,4 persen.

Namun, penjualan September turun tipis dibanding Agustus. Data wholesales mencatat 79.540 unit, atau berkurang 2,7 persen secara bulanan. Sementara itu, penjualan retail mencapai 81.243 unit, turun 2,6 persen dari 83.421 unit pada Agustus.

Jika dibandingkan dengan September 2025, kondisinya justru berbalik. Penjualan wholesales naik 28,1 persen, sedangkan retail meningkat 27,4 persen. Dengan demikian, pelemahan bulanan belum menghapus pertumbuhan yang tercatat sepanjang tahun berjalan.

Persaingan merek China kian terasa

Perubahan posisi sejumlah merek memperlihatkan tekanan kompetitif yang semakin besar. Selain BYD dan Jaecoo, sembilan merek asal China tercatat masuk dalam daftar penjualan yang dilaporkan. Geely juga disebut membukukan hasil yang cukup baik, sementara Wuling tetap berada di kelompok 20 besar meski penjualannya dilampaui BYD, Jaecoo, dan Geely.

Honda berada sangat dekat dengan Jaecoo pada catatan penjualan bulanan. Jika selisihnya hanya 66 unit, perubahan kecil dalam performa penjualan dapat menggeser posisi keduanya pada bulan berikutnya. Data kumulatif Januari-September menunjukkan Honda menjual 29.903 unit, sedangkan Jaecoo mencapai 27.234 unit.

Untuk 2026, target penjualan mobil nasional ditetapkan 850 ribu unit, lebih rendah dari satu juta unit. Capaian Januari-September yang mendekati 700 ribu unit memberi ruang bagi pasar untuk mengejar target, tetapi hasil akhir tetap bergantung pada penjualan tiga bulan tersisa. Di tengah dominasi Toyota, geliat BYD dan merek China lainnya akan menjadi salah satu hal yang patut dicermati.

Duniafakta